Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Sigap Urus Jenazah, Layanan Pemulasaran Husnul Khatimah Jadi Pelipur Lara Saat Duka Melanda

25 Juni 2026, 16:12 WIB • 3 menit baca
Foto dokumentasi tiga orang pria sedang menyiapkan peralatan pemulasaran jenazah di teras samping rumah duka. Di sebelah kiri, seorang pria berkemeja abu-abu berdiri menghadap ke arah kanan. Di bagian tengah, seorang pria setengah baya mengenakan peci hitam dan baju koko cokelat muda sedang merapikan perlengkapan kain di atas meja pemandian jenazah logam yang dilengkapi dengan gayung plastik warna-warni (merah, hijau, biru). Di sebelah kanan, seorang relawan muda berkacamata dengan kemeja biru muda berlogo matahari Muhammadiyah menyaksikan prosesi persiapan dengan khidmat. Di latar depan tampak sebuah drum plastik hijau besar untuk menampung air suci.
Tim Pemulasaran Husnul Khatimah 'Aisyiyah berkolaborasi dengan Layanan Kemanusiaan Lazismu saat menyiapkan meja dan perlengkapan pensucian jenazah di rumah duka almarhum Sutarto, Semarang, Kamis, 25 Juni 2026. Layanan responsif dan cepat tanpa birokrasi ini menjadi bukti nyata komitmen kepedulian yang inklusif serta profesional bagi masyarakat yang sedang dirundung duka.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Kehilangan orang tercinta selalu meninggalkan ruang hampa yang penuh dengan kesedihan mendalam. Di tengah kepanikan dan duka yang berkecamuk, kehadiran uluran tangan yang tulus menjadi penyejuk hati. Urusan pengurusan jenazah yang kerap membingungkan keluarga kini menemukan jawaban lewat kesigapan sosial.

Persyarikatan Muhammadiyah bersama organisasi otonom Aisyiyah di Kota Atlas terus merawat komitmen kepedulian ini secara nyata. Mereka menyiapkan sistem pelayanan yang mandiri untuk mengantar manusia hingga ke liang lahat. Langkah nyata tersebut kembali bergetar saat kabar duka menyelimuti keluarga almarhum Sutarto.

Langkah nyata tersebut kembali bergetar saat kabar duka menyelimuti keluarga almarhum Sutarto. Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Semarang tersebut berpulang ke rahmatullah baru-baru ini. Dalam hitungan menit, armada penolong langsung bergerak cepat menuju lokasi guna meringankan beban keluarga.

Pihak Lazismu segera berkolaborasi dengan tim pemulasaran Husnul Khatimah milik Aisyiyah untuk menjemput jenazah dari rumah sakit. Sinergi dua lembaga ini secara instan menghadirkan ketenangan di tengah isak tangis keluarga duka. Seluruh rangkaian prosesi awal pengurusan berjalan dengan lancar dan penuh khidmat.

Gerak Cepat Sucikan Jenazah

Deru keringat dan keikhlasan menjadi napas utama bagi para relawan kemanusiaan di lapangan. Begitu sirine duka berbunyi, koordinasi cepat langsung terjalin rapat lewat jaringan pesan digital. Tanpa menunda waktu, tim pemulasaran dari Aisyiyah tersebut segera mengemas perlengkapan suci menuju rumah duka.

Staf Senior Husnul Khatimah Semarang, Jatmiko, langsung memberikan instruksi taktis kepada anggotanya untuk bergerak. Jatmiko meminta tim menyiapkan kain kafan dan wewangian terbaik untuk prosesi pensucian. Sikap responsif ini menjadi SOP wajib demi menjaga kehormatan kondisi jenazah.

“Baik, segera dikirim alamat dan ancer-ancernya Mas. Kami segera siapkan dan meluncur ke sana,” tegas Jatmiko dengan nada tenang namun sarat akan kesigapan.

Kompetensi emosional para petugas di lapangan terbukti ampuh meredam kepanikan pihak keluarga yang duka. Mereka menuntun setiap prosesi pensucian dengan penuh kehati-hatian sesuai tuntunan syariat Islam. Pelayanan yang serba cepat ini membuktikan bahwa layanan kemanusiaan Lazismu Kota Semarang sangat adaptif.

Rawat Solidaritas Tanpa Sekat

Menariknya, kemudahan akses fasilitas ambulans dan tim pemulasaran ini tidak pernah memandang status sosial. Karakter inklusif ini menjadi magnet kuat yang membuat masyarakat luas merasa sangat diayomi. Sinergi Lazismu dan Aisyiyah ini mengikis habis sekat birokrasi yang rumit demi mengedepankan asas kecepatan menolong.

Staf Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Semarang, Halim, memberikan kesaksian langsung mengenai hal tersebut. Halim mengaku takjub melihat konsistensi para relawan yang bekerja tanpa pamrih di lapangan. Pengalaman emosional tersebut membuktikan profesionalisme tata kelola sosial yang Muhammadiyah dan Aisyiyah miliki.

“Yang nonanggota saja mereka layani dengan baik, cepat, dan profesional, apalagi yang sudah menjadi anggota,” ungkap Halim saat memberikan apresiasi mendalam.

Masyarakat mengharapkan ikhtiar jangka panjang melalui layanan kemanusiaan Lazismu Kota Semarang bersama Husnul Khatimah Aisyiyah ini mampu mempertebal solidaritas warga. Manajemen kedukaan yang tertata rapi ini menjadi role model penting penguatan jaring sosial. Melalui ketulusan yang konsisten, kolaborasi lembaga ini sukses mentransformasikan dakwah yang menyentuh hati.

Kontributor: Yaskur Hisyam
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: