LDK PDM Semarang: Merangkul Kesejahteraan Lansia Lewat Program Adiyuswa di Ngaliyan
NGALIYAN,muhammadiyahkotasemarang.org– Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang kembali mengukir jejak kepedulian. Melalui inisiatif strategis bernama Bantuan Sosial (Bansos) dan Bantuan Lingkungan (Banling), pada Ahad (05/10/25) di masjid At Taqwa Wates Ngaliyan.
Fokus utama mereka kini tertuju pada kelompok Adiyuswa sebutan hormat untuk warga senior atau Lansia. Program ini dirancang bukan sekadar memberi, tetapi membersamai komunitas agar para orang tua kita bisa menjalani masa senja dengan lebih sehat dan bahagia.
Makanan Bergizi dan Dana Peningkatan Fasilitas untuk Kenyamanan
Aksi nyata dari LDK PDM Semarang ini menyasar lingkungan Pondok Pesantren Lansia, yang kali ini berpusat di Masjid At-Taqwa Wates, Ngaliyan. Bantuan yang disalurkan bersifat ganda: pertama, berupa Bantuan Sosial Lansia yang wujudnya adalah menu makanan bergizi lengkap dan buah-buahan segar.
Kiriman ini langsung diterima oleh ketua program dan segera dibagikan sebagai ‘oleh-oleh’ istimewa kepada para peserta. Ini adalah strategi cerdas untuk memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi, yang secara langsung berdampak pada kebugaran fisik dan mental mereka.
Tak berhenti di sana, kepedulian LDK PDM Semarang juga menyentuh aspek infrastruktur. Mereka turut menyerahkan bantuan dalam bentuk dana senilai sekitar Rp1,5 juta. Dana ini dialokasikan khusus untuk meningkatkan fasilitas Pesantren Lansia, demi menunjang kenyamanan dan keselamatan para Adiyuswa.
Membangun Fasilitas Ramah Lansia
Dana bantuan tersebut rencananya akan dipergunakan untuk penambahan fasilitas vital, seperti closed atau toilet yang ramah Lansia dan pemasangan ralling (pegangan) untuk membantu mobilitas menuju tempat wudu atau kamar mandi.
Detail kecil ini menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang tantangan fisik yang dihadapi warga emas. Pemasangan ralling dan toilet yang sesuai standar Kesejahteraan Lansia adalah investasi penting untuk mengurangi risiko jatuh, memberikan rasa aman, sekaligus menjamin kemandirian mereka saat beribadah.
Ketua LDK PDM Semarang, Bapak H. Pudjo Koeswhoro Juliarso, menjelaskan bahwa inti dari kegiatan ini adalah merangkul. Program ini adalah seruan tulus kepada sahabat komunitas dan para donatur untuk menyalurkan keikhlasan dan keberkahan rezeki yang dimiliki. Prinsipnya sederhana: berbagi adalah cara terbaik untuk menciptakan dampak signifikan bagi kehidupan para orang tua kita.
Kolaborasi Kredibel: Masjid At-Taqwa sebagai Garda Terdepan
Dalam pelaksanaan Program Adiyuswa yang sensitif ini, Tim Bansos & Banling LDK PDM tidak bekerja sendirian. Mereka menggandeng pihak yang dinilai paling kredibel, yakni Takmir Masjid At-Taqwa Ngaliyan, yang bertindak sebagai pengelola dan penyelenggara Pondok Pesantren Lansia tersebut.
“Kami melihat Takmir Masjid At-Taqwa memiliki kapasitas yang sangat mumpuni. Mereka tidak hanya mengurus sisi ibadah dan agama, tetapi juga memiliki pamong dan ustadz/ustadzah yang berbekal ilmu sosial dan kesehatan,” ungkap Pudjo saat berdialog bersama Ustadz H. Solikhul dan Ustadz H. Abe Hasan, SE.
Keberhasilan program di Ngaliyan ini diharapkan menjadi pemicu untuk aksi-aksi serupa. Harapan besar dari LDK PDM Semarang adalah agar jangkauan Bansos & Banling ini dapat terus diperluas. Ke depannya, mereka bertekad mencari lokasi Pondok Pesantren Lansia lainnya di Semarang yang membutuhkan dukungan serupa.
Semangat yang dibawa oleh LDK PDM Semarang ini adalah pengingat bagi kita semua. Kualitas sebuah masyarakat sering kali diukur dari bagaimana masyarakat itu memperlakukan kelompok usia tertua.
Program ini bukan hanya tentang makanan dan fasilitas fisik, tetapi tentang memberikan martabat dan perhatian.
Menanggapi bantuan yang disalurkan, Sholikul Hadi selaku Ketua Panitia Pesantren Lansia menyampaikan apresiasi mendalam.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas uluran tangan dari LDK PDM. Bantuan makanan bergizi langsung dinikmati para peserta. Yang lebih berharga lagi, dana ini akan kami gunakan untuk membuat kamar mandi dan tempat wudu yang benar-benar ramah bagi lansia. Ini memastikan mereka bisa beribadah dengan lebih nyaman dan aman, tanpa khawatir tergelincir. Ini adalah bentuk perhatian yang sangat kami butuhkan, terima kasih.” Ucap Sholikul Hadi selaku ketua program pesantren lansia.