Lelah Hidup? Saatnya Serahkan Segalanya kepada Allah

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org — Di tengah hidup yang semakin cepat dan melelahkan, banyak orang secara tidak sadar menanggung beban sendirian. Padahal, bagi seorang Muslim, meletakkan seluruh urusan kepada Allah bukan hanya pilihan, tetapi kebutuhan agar hati tetap tenang. Hal inilah yang menjadi inti kajian Aisyiyah Pedurungan bertema “Mengkaffahkan Segala Urusan kepada Allah” bersama Ustad Amiril Edi Pranomo, S.HI., M.H., selaku Bina Rohani Semarang (Mubaligh Muda Muhammadiyah), yang diselenggarakan pada Jumat (14/11/2025) di Masjid At-Taqwa Pedurungan.

Dalam kajian ini mengajarkan arti tawakal sebagaimana hidup menjadi lebih ringan ketika seseorang benar-benar menyerahkan sepenuhnya urusan kepada Sang Pemilik hidup.

Ujian Selalu Datang, Tapi Allah Tidak Pernah Meninggalkan Hamba-Nya

Ustad Amiril membuka kajiannya dengan gambaran jujur tentang realitas manusia: setiap orang pasti menghadapi masalah. Ada yang datang dari diri sendiri, keluarga, pekerjaan, hingga lingkungan.

Namun, alih-alih tenggelam dalam kegelisahan, umat Muslim justru diperintahkan untuk bersikap sabar dan optimis.

Menurutnya, semakin tinggi iman seseorang, semakin besar pula ujian yang Allah berikan sebagaimana dijelaskan dalam QS Al-Ankabut ayat 2.

Ujian bukan tanda Allah menjauh, tetapi tanda bahwa Allah sedang mendidik dan menguatkan hati hamba-Nya.

“Allah tidak pernah mengabaikan doa hamba-Nya. Kita hanya perlu percaya bahwa Dia Maha Mengetahui waktu terbaik untuk memberi,” ujarnya dalam penyampaian yang menenangkan.

Ustad Amiril menegaskan bahwa seseorang yang menyerahkan urusan sepenuhnya kepada Allah tidak akan dibiarkan sendirian.

Justru, Allah menjanjikan ketenangan, keberkahan, dan petunjuk bagi mereka yang menjadikan-Nya tempat bergantung.

Saatnya Serahkan Kepada Allah

Materi kemudian berlanjut pada lima langkah utama agar seorang Muslim bisa benar-benar “mengkaffahkan” urusan kepada Allah, bukan hanya mengucapkannya.

Pertama jamaah diajak bertawakal sepenuhnya, Kedua seseorang harus menyerahkan segala sesuatu dengan niat yang ikhlas tanpa menggantungkan balasan pada manusia, Ketiga, jamaah diajak menghadapi ujian dengan kesabaran karena apa yang menurut manusia “buruk” bisa jadi adalah kebaikan yang Allah siapkan, Keempat, Ustad Amiril mengingatkan bahwa Allah amat dekat, mendengar doa, dan mengabulkan permohonan hamba yang tulus, Kelima, seseorang harus selalu mengingat Allah agar hatinya mantap dan yakin bahwa Allah senantiasa bersamanya

Di akhir pemaparannya, Ustad Amiril menyampaikan satu kalimat menyentuh yakni

“Ketika kita benar-benar mengkaffahkan urusan kepada Allah, maka kita mendapatkan ketenangan yang tidak dapat dibeli oleh dunia.”

Menyerahkan segala urusan kepada Allah bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi bekerja dengan keyakinan penuh bahwa hasil terbaik sudah Allah siapkan.

Kontributor:

Tim MPI PDM Semarang

Editor:

Rizqi Aulia

Bagikan berita ini

Kabar Lainnya

Scroll to Top