Jangan Biarkan Usia Menguap! Ini Rahasia Hidup Berkah dengan Manajemen Waktu dalam Islam
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Banyak orang hari ini terjebak dalam kesibukan luar biasa namun tanpa arah yang jelas. Padahal, prinsip manajemen waktu dalam Islam menawarkan keseimbangan sempurna antara urusan dunia dan akhirat. Dr. Budi Santosa mengingatkan kita semua untuk kembali memahami esensi masa sebagai titipan Ilahi. Mengelola detik demi detik kehidupan bukan sekadar soal produktivitas kerja, melainkan sebuah bentuk ketaatan kepada Sang Pencipta.
Suasana khidmat menyelimuti Masjid Asy-Syifa pada Jumat (24/04/26) saat Dr. Budi Santosa, M.Si., Med., berdiri di mimbar. Wakil Rektor I Unimus tersebut mengajak jamaah merenungkan sumpah-sumpah Allah dalam Al-Qur’an yang sering menggunakan dimensi waktu. Fenomena ini menjadi bukti sahih bagi sang khatib bahwa waktu adalah amanah besar bagi setiap manusia.
Membangun Manajemen Waktu yang Berkah
Menurut sosok akademisi ini, kerugian terbesar muncul saat kita membiarkan waktu luang berlalu tanpa nilai ibadah sedikit pun. Ia menekankan bahwa manajemen waktu yang berkah bermula dari kesadaran bahwa usia terus berkurang setiap detiknya. Oleh karena itu, seorang Muslim tidak seharusnya menunda kebaikan hanya karena merasa memiliki banyak kesempatan.
“Waktu yang sudah lewat tidak memiliki tombol putar ulang. Ia melesat pergi dan membawa serta bagian dari umur kita,” ungkap Dr. Budi dalam pesannya.
Cara Mengatur Waktu bagi Muslim Modern
Lantas, bagaimana langkah nyata untuk membenahi jadwal kita? Ia membagikan panduan praktis mengenai cara mengatur waktu bagi Muslim di tengah hiruk-pikuk dunia digital. Langkah pertama adalah menetapkan prioritas yang selaras dengan nilai-nilai tauhid. Selanjutnya, setiap individu harus mengisi setiap celah waktu dengan aktivitas yang memberikan dampak positif bagi sesama.
Penerapan manajemen waktu dalam Islam ini secara otomatis akan membentuk karakter yang disiplin. Ketika seseorang mampu menghargai waktu, maka kualitas hidup pun akan meningkat secara signifikan. Hidup yang tertata bukan hanya membuat kita lebih produktif, tetapi juga memberikan ketenangan batin yang luar biasa.
Refleksi Keberkahan Masa
Sebagai penutup, khutbah tersebut memberikan refleksi mendalam bahwa manajemen masa adalah ciri orang beriman yang cerdas. Kita perlu menyadari bahwa setiap peluang adalah aset berharga yang harus dipertanggungjawabkan kelak. Dengan mengelola waktu secara bijak, kita sedang menanam benih keberkahan yang akan dituai di dunia maupun di akhirat.
Baca juga :
Ibadah Kok Kendur? Simak Cara Ampuh Jaga Istiqamah Beribadah Sepanjang Waktu
Fikih Waktu 2026: Cara Mengatur Waktu untuk Keberkahan dan Investasi Akhirat
Meraih Rahmat Allah di Waktu Ashar: Tuntunan Shalat Sunnah Qabliyah Ashar (2 atau 4 Rakaat?)