MDMC Prioritaskan 68 KK Terdampak Parah, Perahu Karet Disiagakan untuk Evakuasi
GENUK_muhammadiyahsemarangkota.org– “Kita dapat konfirmasi bahwasannya dari warga Muhammadiyah yang terdampak banjir yang parah, itu sekitar 68 KK, 237 jiwa. Itu baru Muhammadiyah dulu yang kita tanamkan.”
Ucapan itu datang dari Mustam, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kota Semarang, di tengah kesibukan koordinasi penanganan dampak banjir pada Rabu malam (29/10/25).
Data awal tersebut menjadi pemicu gerak cepat tim gabungan Muhammadiyah dalam merespons bencana yang melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang.
Menindaklanjuti asesmen di lapangan dan hasil rapat pleno PDM, MDMC bersama Lazismu dan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PDA Kota Semarang langsung tancap gas.
Logistik Tahap Awal, 40 Paket Bantuan Prioritaskan Wilayah Terparah

“Sesuai instruksi pimpinan, kita untuk bergerak secepatnya maka kami langsung menghubungi Lazismu… pagi ini kita dapat kurang lebih 40 bungkus,” jelas Mustam.
Bantuan tahap pertama ini bukan sekadar logistik biasa. Sebanyak 40 paket sembako, yang masing-masing berisi 5 kg beras, 5 bungkus mie instan, dan 3 kaleng Rendangmu (rendang kaleng khas Muhammadiyah), langsung disiapkan untuk didistribusikan.
“40 bungkus itu kita utamakan yang sangat parah. Seperti Triwulan, kemudian Gebang Anom, dan bagian Genuk yang paling parah kita berikan dulu,” rinci Mustam.
Bantuan ini merupakan gelombang awal, karena ia mencatat masih ada puluhan data susulan yang masuk dari area Pedurungan dan Genuk yang akan ditindaklanjuti hari berikutnya.
Sinergi Kesiapsiagaan: Dari Evakuasi Darurat Hingga Rencana Pengobatan Gratis
Respons cepat Muhammadiyah tidak berhenti pada urusan logistik pangan. Di tengah penyaluran bantuan, tim di lapangan juga bersiaga penuh untuk skenario terburuk.
Satu unit perahu karet telah disiagakan di Posko Banjir Kecamatan Genuk, bergabung dengan tim gabungan dari BPBD Kota Semarang, Basarnas, SAR Genuk, dan MDMC Jawa Tengah.
Kesiagaan ini terbukti krusial. Mustam mengonfirmasi bahwa timnya bersiap melakukan evakuasi darurat. “Malam ini (Rabu malam) akan mengevakuasi ibu-ibu dengan dua anaknya (balita) di Trimulyo, karena suaminya kerja di luar kota. Malam ini kita siap evakuasi dengan tim SAR dan tim BPBD,” tegasnya.
Selain evakuasi dan logistik, penanganan pasca-banjir dan kesehatan warga juga sudah masuk dalam agenda. “Jumat (31/10/25) insya Allah akan ada pengobatan gratis di sekitar Genuk… kemungkinan tinggal hari Jumat, Sabtu, atau Ahad,” lanjut Mustam.
Rumah Sakit Roemani pun telah dilibatkan dan sudah melakukan survei lokasi untuk mempersiapkan layanan kesehatan tersebut.
Mustam menekankan bahwa seluruh kekuatan persyarikatan dikerahkan dalam satu komando.
Mulai dari Ortom seperti KOKAM, Tapak Suci, HW (Hizbul Wathan), hingga IMM, semuanya dilibatkan.
“Semuanya kita bertumpu pada pimpinan… kita ikuti dari PDM, kemudian ke PCM, ke ranting,” pungkasnya. Ini menjadi cerminan bagaimana struktur organisasi Muhammadiyah mampu bergerak cepat dan terkoordinasi dari tingkat pimpinan hingga ke ranting saat bencana melanda.