Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Mengapa Ridho Ibu Adalah Kunci Langit Utama Jihad

8 Januari 2026, 19:37 WIB • 2 menit baca
Ustadz Khoirul Anwar sedang memberikan tausiyah di atas mimbar kayu Masjid At-Taqwa PDM Kota Semarang, di hadapan para jamaah pria yang duduk menyimak dengan khidmat.
Ibu adalah pintu surga: Ustadz Khoirul Anwar menyampaikan pesan mendalam tentang keutamaan berbakti kepada orang tua dalam kajian singkat di Masjid At-Taqwa PDM Kota Semarang, Kamis (8/1/2026). Beliau menegaskan bahwa memuliakan ibu adalah pengabdian yang derajatnya sangat tinggi, bahkan melampaui keutamaan jihad dalam kondisi tertentu.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org — Kekuatan doa seorang ibu sering kali menjadi keajaiban yang tidak terduga dalam perjalanan hidup seorang anak. Meskipun keadaan sang ibu sedang sakit atau raga kian melemah, ucapan tulus dari lisannya tetap menjadi doa yang paling mustajab di sisi Allah SWT.

Suasana haru menyelimuti Masjid At Taqwa Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang saat jeda sholat Dzuhur, Kamis (8/1/2026). Ustadz Khoirul Anwar membagikan pesan mendalam mengenai betapa istimewanya kedudukan seorang ibu dalam Islam. Sang penceramah menekankan bahwa setiap keberhasilan yang kita raih saat ini merupakan buah dari keikhlasan hati dan harapan besar seorang ibu.

Kisah Sahabat dan Pilihan Antara Jihad atau Ibu

Dalam tausiyahnya, Ustadz Khoirul Anwar menceritakan kembali sebuah riwayat yang menggetarkan jiwa mengenai seorang sahabat Nabi.

Awalnya, sahabat tersebut mendatangi Rasulullah SAW dengan semangat membara untuk meminta izin pergi berjihad ke medan perang. Namun, alih-alih memberikan izin, Rasulullah justru bertanya apakah ia masih memiliki ibu yang harus dijaga.

Setelah mendengar jawaban bahwa sang ibu masih hidup, Nabi Muhammad SAW memerintahkan pemuda itu untuk pulang dan berbakti kepada ibunya.

Peristiwa ini membuktikan bahwa memuliakan orang tua memiliki derajat yang sangat tinggi, bahkan dalam kondisi tertentu melampaui keutamaan berjuang di medan laga.

Oleh karena itu, menjaga perasaan dan melayani kebutuhan ibu adalah bentuk pengabdian yang nyata bagi setiap anak.

Rahasia Keajaiban Doa yang Tembus ke Langit

Selain itu, sang ustadz menjelaskan bahwa perkataan seorang ibu memiliki bobot yang berbeda jauh dengan ucapan orang lain. Jika teman atau rekan memuji kita, mungkin ada maksud tertentu di baliknya.

Akan tetapi, nasihat dan doa dari seorang ibu selalu bersumber dari sumur kasih sayang yang paling murni. Sebab, ridho Allah SWT senantiasa menyertai setiap kerelaan yang keluar dari hati seorang ibu.

Penceramah kharismatik ini juga mengajak para jamaah untuk tidak membuang waktu selama orang tua masih bernapas di dunia.

“Ibu memiliki hati yang tulus dan harapan besar. Setiap doa dan ucapan yang keluar dari lisan seorang ibu bersumber dari keikhlasan hati,” tegas Ustadz Khoirul Anwar di hadapan jamaah yang menyimak dengan penuh perenungan.

Akhirnya, kultum ini menutup sebuah refleksi bahwa pintu surga terbuka lebar bagi mereka yang memilih untuk menjadi anak sholeh.

Dengan menghormati dan memuliakan ibu, kita sebenarnya sedang membangun jembatan kokoh menuju kebahagiaan akhirat. Mari kita peluk dan muliakan ibu kita hari ini, sebelum waktu memisahkan kita untuk selamanya.

Baca Juga :

Dari Dapur Seorang Ibu, Kabusyi Kini Mengudara: Kisah 15 Tahun UMKM ‘Aisyiyah yang Mewarnai Ruang Publik

Kontributor: Media Masjid At Taqwa Roemani
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: