Menggagas Masa Depan Literasi Anak Melalui Pesta Buku dan Dongeng
SEMARANG BARAT, muhammadiyahsemarangkota.org- Upaya meningkatkan budaya literasi anak di Kota Semarang mendapat dorongan kuat melalui peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Semarang, organisasi otonom perempuan muda di bawah naungan Muhammadiyah.
Pada Ahad (20/07/25) di SD Negeri Ngemplak Simongan 01, puluhan anak-anak antusias mengikuti serangkaian kegiatan edukatif yang menekankan pentingnya membaca dan belajar. Kehadiran Camat Semarang Barat, Duta Baca Kota Semarang, dan Lurah setempat semakin menguatkan komitmen bersama untuk menciptakan generasi yang gemar literasi.
Acara yang dipenuhi keceriaan ini menjadi oase di tengah tantangan rendahnya minat baca di Indonesia. Data UNESCO bahkan menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia tergolong sangat rendah, hanya sekitar 0,001%, yang berarti dari 1.000 orang, hanya 1 orang yang rajin membaca.
Ironisnya, studi PISA (Programme for International Student Assessment) juga mengungkapkan bahwa 70% anak Indonesia memiliki tingkat literasi di bawah standar minimum. Kondisi ini menuntut langkah konkret, dan PDNA Kota Semarang menjawabnya dengan inisiatif yang inovatif.
Untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan, kreativitas, serta budaya literasi pada anak-anak sejak dini, PDNA Kota Semarang mengemas peringatan Hari Anak ini dengan ragam aktivitas menarik.
Anak-anak dimanjakan dengan pemeriksaan kesehatan gratis, berkompetisi dalam lomba mewarnai yang mengasah kreativitas, hingga tenggelam dalam dunia imajinasi melalui sesi mendongeng yang interaktif. Semua kegiatan ini dirancang agar anak-anak merasakan bahwa belajar bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.
Kolaborasi Lintas Sektor

Salah satu bintang utama dalam acara ini adalah Mobil Perpustakaan Keliling dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang. Layaknya perpustakaan mini berjalan, mobil ini membawa segudang koleksi buku anak-anak dan materi bacaan edukatif yang siap dijelajahi.
Kehadirannya tidak hanya memfasilitasi akses terhadap buku, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang betapa pentingnya membaca sebagai jendela dunia. Ini adalah langkah nyata dalam mendekatkan sumber ilmu kepada anak-anak, mendorong mereka untuk menjelajahi berbagai cerita dan pengetahuan.
Penyelenggaraan acara ini adalah buah manis dari kolaborasi lintas sektor yang solid. PDNA Kota Semarang tak sendirian; mereka bersinergi dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kota Semarang, Komunitas Kampung Dongeng, serta berbagai relawan literasi.
Semangat kebersamaan ini menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak secara holistik. Ketua PDNA Kota Semarang menegaskan, “Kami ingin Hari Anak ini menjadi momentum kebahagiaan sekaligus pembelajaran bagi anak-anak, dengan pendekatan yang menyenangkan namun bermakna.”
Melalui kegiatan ini, PDNA Kota Semarang tidak hanya merayakan Hari Anak, tetapi juga menanamkan benih-benih kecintaan pada literasi yang diharapkan akan tumbuh subur. Ini adalah investasi penting untuk menciptakan generasi penerus yang cerdas, kritis, dan memiliki wawasan luas.
Semoga semangat yang digaungkan dalam acara ini dapat menular dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk terus mendukung pengembangan literasi anak Kota Semarang dan di seluruh Indonesia.