Menguatkan Iman Lewat Ketrampilan Masak yang Bisa Jadi Usaha
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Pelatihan sederhana namun penuh makna hadir dalam pertemuan dua bulanan Muallaf Center Aisyiyah (MCA) Kota Semarang, Ahad (23/11/2025). Kali ini, para muallaf tidak hanya mendapat penguatan akidah, tetapi juga bekal keterampilan ekonomi melalui pelatihan membuat mi thek-thek, sebuah menu rumahan yang ternyata punya nilai jual tinggi jika diolah dengan teknik yang tepat.
Kegiatan ini berlangsung hangat di rumah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, Jalan Majapahit No. 101, dan menjadi salah satu upaya MCA untuk memastikan para muallaf binaannya memiliki kesempatan mandiri secara ekonomi.
Dilatih Langsung, Dipraktikan Saat Itu Juga
Sebelum masuk dapur, para peserta disuguhi penjelasan dari mentor pelatihan, Agus Rudiyono, yang mengenalkan bahan-bahan khas mi thek-thek hingga teknik membuat sate pelengkap yang menjadi ciri khas menu ini.
Setelah teori, seluruh muallaf langsung mempraktikkannya sambil bertanya secara bebas mengenai proses dan takaran bumbu.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua MTK PDA, Siti Kusniati, S.Pd., serta Ketua MEK PDA, Ida Himawati.
Dalam sambutannya, Siti Kusniati memberi semangat agar keterampilan ini tidak berhenti di pelatihan.
“Pelatihan ini bisa dikembangkan dengan variasi topping. Anggota MCA juga bisa memasarkan hasil pelatihannya ketika ada even rutin di PDA,” ujarnya.
Sementara itu, Ida Himawati membuka peluang yang lebih luas bagi muallaf yang sudah memiliki usaha.
Ia menyampaikan, “Bagi anggota binaan MCA Kota Semarang yang memiliki UMKM dan ingin gabung sebagai anggota Sekolah Wiraswasta Aisyiyah, dipersilahkan.”
Bawa Pulang Bahan, Bawa Pulang Semangat Baru
Setelah praktik selesai, hasil masakan langsung dibagikan sebagai makan siang seluruh peserta. Tidak berhenti di situ, MCA juga membekali para muallaf dengan paket bahan baku mulai dari bumbu, mi kering khusus, hingga kecap bermerek khusus agar mereka bisa mencoba kembali di rumah dan menjadikannya peluang usaha.
Suasana semakin meriah saat MCA memberikan doorprize dan mengajak seluruh muallaf mengumpulkan kaleng infak Lazismu, yang kemudian disetor ke Lazismu Kota Semarang sebagai bentuk penguatan jiwa sosial.
Di balik suasana santai dan aroma mi thek-thek yang menggugah selera, kegiatan ini membawa pesan penting: kemandirian ekonomi dan kekuatan iman harus berjalan beriringan.
Pelatihan ini dirancang bukan hanya untuk menambah keahlian, tetapi juga untuk memberikan keberanian bagi para muallaf membangun hidup baru yang lebih stabil, mandiri, dan penuh keberkahan.