Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Menjaga Marwah Persyarikatan Lewat Refleksi Hikmat Milad Kokam ke-61

11 Oktober 2026, 08:00 WIB • 2 menit baca
Anggota Kokam dan pimpinan Muhammadiyah Semarang berfoto bersama dalam acara Milad Kokam ke-61 mengenakan seragam loreng dan baret merah.
Jajaran anggota Kokam bersama pimpinan PDM dan Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang mengabadikan momen kebersamaan dalam refleksi Milad ke-61.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Peringatan Milad Kokam ke-61 di Semarang bukan sekadar seremonial tahunan belaka. Di balik dinding ruang pertemuan, puluhan pemuda menyalakan kembali api perjuangan demi menjaga marwah persyarikatan.

Acara sakral tersebut berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di lantai 5 Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang. Sekitar empat puluh anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah hadir memenuhi ruangan dengan khidmat.

Menelusuri Akar Sejarah dan Asal Usul Kokam

Para kader merenungkan kembali asal usul Kokam yang lahir di tengah situasi bangsa yang membara. H. Jumadi, mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, memaparkan memori kolektif tersebut kepada peserta yang hadir.

Sejak kelahirannya pada 1 Oktober 1965 di Universitas Muhammadiyah Jakarta, barisan ini berdiri kokoh mengawal bangsa. Rekam jejak tersebut membentuk fondasi kuat dalam sejarah Kokam Muhammadiyah hingga hari ini.

Oleh karena itu, setiap helai seragam loreng Kokam memuat amanah besar. Atribut tersebut bukan sekadar kain, melainkan simbol kesiapsiagaan mutlak dalam membela agama dan negara.

Keteladanan Kader dalam Milad Kokam ke-61

Menjaga warisan sejarah tersebut tentu menuntut tanggung jawab moral yang tinggi dari setiap anggotanya. Komandan Kokam Yuliansyah Mahsar menegaskan bahwa kekuatan barisan tidak lahir dari instruksi semata.

Ia menekankan pentingnya uswah nyata sebelum menuntut kepatuhan dari para kader muda. Melalui pendekatan tersebut, proses pencetakan generasi penerus berjalan jauh lebih efektif.

Sebagai bentuk ketegasan sikap, ia menyatakan, “Kalau kita ingin memberikan sesuatu dalam setiap aktivitas, berikan dahulu contoh. Kokam memiliki tugas mencetak kader-kader baru.”

Sinergi dan Pengabdian Nyata untuk Persyarikatan

Pengabdian para kader di lapangan juga didukung oleh sinergi erat bersama Pemuda Muhammadiyah. Burhan Chairudin selaku Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Semarang mengingatkan pentingnya arti perjuangan dalam setiap langkah dakwah.

Ia menegaskan bahwa usia organisasi harus berbanding lurus dengan luasnya dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, “Usia organisasi harus berbanding lurus dengan kualitas pengabdian dan luasnya manfaat yang diberikan kepada masyarakat.”

Sementara itu, H. Jumadi mengingatkan kembali beratnya amanah yang diemban para anggota di barisan terdepan. Ia menyatakan, “Tugas Kokam bukan pekerjaan ringan karena selain menjadi bagian dari kaderisasi, Kokam memiliki tanggung jawab mengamankan kegiatan dan mengawal pimpinan Persyarikatan.”

Puncak acara ditutup dengan pembacaan Janji Setia Melati yang mengukuhkan ikrar suci para kader. Pada akhirnya, ketulusan langkah dan keteladanan nyata akan terus menghidupkan denyut peradaban bangsa.

Kontributor: Imam S Abu Maulana
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: