Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Sambut dengan Senyuman, SD Muhammadiyah 06 Semarang Wujudkan MPLS Aman Tanpa Bullying

13 Juli 2026, 22:49 WIB 2 menit baca
Kepala SD Muhammadiyah 06 Semarang, H. Suharno, dan seorang pendamping menyambut dua siswa baru berseragam merah putih dengan atribut mahkota Siap MPLS dalam pembukaan kegiatan MPLS Ramah Anak di halaman sekolah.
Kepala SD Muhammadiyah 06 Semarang, H. Suharno, S.D. (kiri), bersama pendamping menyambut hangat dua peserta didik baru pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org Masa orientasi siswa sering kali identik dengan kecemasan akan perpeloncoan. Namun, pemandangan berbeda tampak pada hari pertama sekolah lewat pelaksanaan MPLS Ramah Anak yang sukses mewujudkan kampanye stop bullying di sekolah.

Suasana hangat ini terjadi di SD Muhammadiyah 06 Semarang pada Senin, 13 Juli 2026. Sebanyak 28 peserta didik baru hadir di lokasi mengenakan seragam merah putih. Selanjutnya, mereka melangkah penuh semangat dengan pendampingan langsung dari orang tua masing-masing.

Sambutan Hangat Tanpa Hukuman

Para siswa baru ini tidak menghadapi bentakan atau tugas berat. Sebanyak 15 guru dan karyawan justru menyambut mereka dengan senyum ramah. Sebagai hasilnya, pendekatan ini ampuh menghalau rasa takut anak-anak di lingkungan asing. Oleh karena itu, kegiatan orientasi terbukti berjalan aman dan menyenangkan.

Kepala SD Muhammadiyah 06 Semarang, H. Suharno, S.D., menegaskan komitmen sekolahnya. Lebih lanjut, ia memastikan masa pengenalan ini berfokus pada pendidikan karakter.

“Sekolah akan menjadi tempat anak-anak belajar, bermain, berteman, mengembangkan bakat, serta membentuk akhlak dan kepribadian yang baik,” tuturnya.

Sinergi Ilmu dan Akhlak

Di samping itu, sekolah ini menanamkan nilai-nilai keislaman secara mendalam. Pendidik membiasakan siswa untuk berani berkenalan dan menghargai perbedaan.

Kemudian, pembiasaan ibadah dan rasa tanggung jawab menjadi pilar utama. Langkah krusial ini berjalan sebelum anak-anak mulai menyentuh materi pelajaran.

Tentu saja, sinergi antara akhlak dan akademik menjadi pondasi utama lembaga ini. H. Suharno kembali menekankan filosofi penting yang mereka pegang teguh. “Ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan iman dan akhlak. Kecerdasan akan semakin bermakna apabila digunakan untuk kebaikan,” kata H. Suharno.

Membangun Generasi Membanggakan

Selain pendekatan guru, sinergi yang baik dengan keluarga menjadi kunci penting. Keramahtamahan para pengajar sukses menumbuhkan kepercayaan orang tua. Akibatnya, harapan besar perlahan tumbuh dari jalinan kerja sama tersebut. Pihak sekolah berharap komunikasi ini terus mendukung perkembangan mental anak.

Pada akhirnya, H. Suharno secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan doa. Ia menitipkan pesan mendalam bagi masa depan peserta didik baru. “Selamat belajar, selamat berteman, dan selamat menjadi bagian dari keluarga besar SD Muhammadiyah 06 Semarang. Semoga dari sekolah ini lahir generasi yang cerdas, berprestasi, berakhlak mulia, dan membanggakan,” pungkasnya.

Kontributor: Humas SD Muhammadiyah 06 Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: