Mualaf Learning Center, Pendampingan Holistik Mualaf Ala Muhammadiyah
TEMBALANG, muhammadiyahsemarangkota.org- Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah meluncurkan Mualaf Learning Center (MLC) yang mendampingi mualaf secara holistik, baik dalam pembinaan keagamaan maupun pemberdayaan ekonominya.
Ketua LDK PWM Jawa Tengah, Dr. AM. Juma’i, S.E, M.M., menegaskan bahwa pendampingan holistik ini sangat penting. Ia menyoroti fenomena mualaf yang sering menghadapi kesulitan paskabersyahadat, baik dari sisi keagamaan maupun ekonomi.
“Banyak fenomena para mualaf yang mengalami kesulitan dan kebuntuan soal kelanjutan hidup dan kehidupannya,” ujar Dr. Juma’i dalam sambutannya saat acar peluncuran MLC di Gedung RS Unimus lantai 7 Semarang, Sabtu (13/9/2025).
Untuk menjawab tantangan tersebut, MLC akan menyediakan berbagai program. Salah satunya adalah pelatihan life skill di bidang boga, bekerja sama dengan Disnaker Provinsi Jawa Tengah. Para alumni pelatihan ini juga akan diberikan bantuan peralatan dan permodalan agar siap terjun ke masyarakat.
Peluncuran MLC ini juga dihadiri oleh Dr. Muchammad Arifin, M.Ag. Selaku ketua LDK PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. M. Abdul Fattah Santoso M.Ag. selaku wakil ketua PW Muhammadiyah Jateng membidangi MT,MTT dan LDK, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jateng membidangi LP-PTMA, Majelis Dikdasmen PNF, LPP., serta Wakapolda Jateng, Brigjen. Pol. Dr. Latif Usman
Dr. Abdul Fattah berharap MLC dapat beroperasi secara optimal dan menjadi wadah yang aman dan nyaman bagi mualaf. “Ini penting menjadi tugas dari Mualaf Center untuk menjaga keimanan mereka dan menjadikan saudara-saudara kita yang baru ini betul-betul merasa aman, nyaman, dan merasakan rahmatan lil’alamin,” imbuhnya.
Sementara itu Ketua LDK PP Muhammadiyah, Dr. Muchammad Arifin, M.Ag., mengapresiasi peluncuran MLC ini dan berharap lembaga ini dapat eksis dalam mengatasi tantangan yang dihadapi mualaf, termasuk masalah ekonomi dan sosial.
Dr. Arifin menekankan bahwa menjadi mualaf bukanlah akhir dari tantangan. “Ketika menjadi mualaf, masih banyak permasalahan-permasalahan yang harus dihadapi, bukan berarti setelah bersyahadat selesai. Akan ada masalah-masalah baik dari lingkungan, pelik secara ekonomi, mungkin juga secara politik,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia berharap MLC dapat menjadi pelindung, pendamping, dan wadah bagi para mualaf untuk menjadi hamba Allah yang kaffah.
Selain peresmian MLC, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi program kerja LDK PWM Jawa Tengah dan penyampaian materi teknik dakwah digital oleh Dr. H. Muh. Munyarif, M.Kom. “Kami juga hadirkan Pakar IT, yaitu Dr. Muh. Munsyarif yang juga paham terkait dengan forensik digital, supaya para dai itu paham bahwa informasi ini akurat atau hoaks,” tambah Dr. Juma’i.
Dr. Juma’i menekankan peran strategis para dai dalam menghadapi disinformasi. Menurutnya, saat ini media sosial didominasi oleh pihak-pihak yang menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian.
“Para dai harus memiliki filter terhadap informasi dan berperan aktif di dalam membuat informasi-informasi publik,” kata Jumai yang juga merupakan Wakil Ketua PDM Kota Semarang.
Wakapolda Soroti Ancaman Siber dan Hoaks
Pada acara yang sama, Wakapolda Jateng, Brigjen. Pol. Dr. Latif Usman, menyampaikan pesan Kapolda Jateng tentang ancaman keamanan di era digital. Ia menyebutkan, serangan siber dan hoaks telah menyebabkan kerusuhan di 40 titik di Jawa Tengah.
“80% perusuh adalah anak di bawah umur yang digerakkan melalui media sosial,” tegas Wakapolda.
Ia menambahkan bahwa menjaga kondusivitas adalah tugas bersama antara Polri dan masyarakat, termasuk Muhammadiyah..