Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Muhammadiyah Jaga Lingkungan: Refleksi Akhir Tahun Muhammadiyah Tegaskan Perusakan Alam Mengancam Seluruh Makhluk Hidup

15 Desember 2025, 21:08 WIB 2 menit baca
Muhammadiyah Jaga Lingkungan: Refleksi Akhir Tahun Muhammadiyah Tegaskan Perusakan Alam Mengancam Seluruh Makhluk Hidup

TUGU, muhamadiyahsemarangkota.org– Praktik perusakan alam yang dilakukan manusia harus dihentikan, sebab tumbuhan dan hewan memiliki kehidupan serta merasakan dampak dari setiap kerusakan yang ditimbulkan.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang Dr. H. KRAT. AM Jumai, S.E., M.M.,g menegaskan bahwa seluruh makhluk di muka bumi saling bergantung. Jika satu unsur alam rusak, maka seluruh sistem kehidupan akan terganggu.

Peringatan ini disampaikan Dr. Jumai saat menjadi narasumber dalam kajian refleksi akhir tahun yang digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tugu dan PCM Genuk pada Ahad (14/12) di dua lokasi, yakni Masjid Fiqh Al-Mujahiddin dan Masjid At-Taqwa Muhammadiyah.

Ia menyoroti minimnya kesadaran ekologis umat, padahal seluruh makhluk ciptaan Tuhan bernapas—bukan hanya manusia.

“Jangan pernah merasa hanya manusia yang hidup. Tumbuhan dan hewan juga bernapas dan merasakan dampak dari setiap kerusakan yang kita lakukan. Ketika satu unsur alam rusak, maka seluruh sistem kehidupan akan terganggu,” tegas akademisi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) itu di hadapan jamaah, kader Muhammadiyah, dan masyarakat sekitar. 

Peran Vital Tumbuhan dan Hewan dalam Ekosistem Bumi

Dr. Jumai menjelaskan bahwa merusak alam sama artinya dengan mengancam keberlangsungan hidup seluruh makhluk ciptaan Allah. Dalam ekosistem bumi, tumbuh-tumbuhan berperan vital sebagai penjaga kehidupan dengan menghasilkan oksigen, sementara hewan menjaga keseimbangan rantai makanan.

Menurutnya, Islam mengajarkan kasih sayang bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada seluruh alam semesta. “Menjaga alam adalah wujud rasa syukur dan tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi. Ini adalah amanah besar,” pesannya.

 Oleh karena itu, ia mengajak umat untuk membangun kesadaran ekologis melalui tindakan nyata dan spesifik. Tindakan tersebut meliputi menanam dan merawat pohon, tidak menyakiti hewan, mengelola sampah dengan bijak, serta menjaga kebersihan lingkungan. 

Kajian Refleksi Akhir Tahun Muhammadiyah yang diselenggarakan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif umat untuk semakin peduli terhadap kelestarian alam semesta, menjadikan nilai-nilai Islam berkemajuan sebagai landasan dalam menjaga alam sebagai amanah. 

Kontributor: Satrya Zidni Prasetyo
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: