Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Muhammadiyah Semarang Perluas Dakwah, Luncurkan Pesantren Lansia Kedua di Gunungpati

16 Agustus 2025, 21:49 WIB • 3 menit baca
Muhammadiyah Semarang Perluas Dakwah, Luncurkan Pesantren Lansia Kedua di Gunungpati

GUNUNGPATI, muhammadiyahsemarangkota.org- Gerakan dakwah Muhammadiyah di Kota Semarang terus berinovasi. Setelah sebelumnya sukses dengan program pesantren lansia di Masjid At-Taqwa Ngaliyan, Wates, kini giliran Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Muhammadiyah (PPTQM) Lukman Al Hakim, Gunungpati, yang meluncurkan program serupa, Sabtu (16/8/2025).

Program ini menjadi jawaban atas kebutuhan spiritual para kaum lanjut usia (lansia) agar tetap bisa menimba ilmu agama, beribadah, dan mengisi hari tua dengan penuh makna.

Acara peluncuran pesantren lansia PPTQM Lukman Al Hakim dihadiri langsung Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H.A. Dahlan Rais, M.Hum. jajaran pimpinan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah, tokoh masyarakat, dan ratusan jamaah.

Acara berlangsung khidmat namun penuh kehangatan. Suasana penuh kekeluargaan terasa saat prosesi peluncuran oleh Dahlan Rais yang menandai dimulainya babak baru kiprah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam dakwah ramah usia.

Program Dirancang Khusus

Ketua PPTQM Lukman Al Hakim dalam laporannya memaparkan berbagai langkah yang telah ditempuh dalam merintis pondok pesantren lansia. Program ini mencakup penyiapan sarana prasarana, kurikulum pembelajaran, hingga program pendampingan spiritual yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan kaum lanjut usia.

Inisiatif mulia ini mendapat sambutan hangat dari Plt. Sekretaris Camat Gunungpati Al Frida Very Sanavel, S.STP., M.Si.. Ia mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas kehadiran pesantren lansia ini. “Kami berharap program ini bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya, menegaskan dukungan pemerintah daerah.

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah juga meluncurkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) ‘Aisyiyah Mentari 01, yang diresmikan bersamaan dengan pesantren lansia. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi kuat antara kedua lembaga dalam memajukan pendidikan yang inklusif.

Semangat Pendidikan Modern

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Dahlan Rais menyoroti pentingnya pendidikan modern dan relevansinya dengan pesantren. Ia menjelaskan, pembelajaran di pondok pesantren sejalan dengan semangat pendidikan modern.

Dahlan Rais juga menyebutkan, pendidikan adalah kunci utama kemajuan sebuah bangsa. Ia menekankan bahwa pendidikan tidak cukup hanya berlangsung, tetapi harus berkualitas.

Ia menggarisbawahi pentingnya konsep deep learning yang mencakup meaningful learning (pembelajaran yang bermakna), mindful learning (pembelajaran yang disadari), dan joyful learning (pembelajaran yang menyenangkan). Konsep ini, menurutnya, harus menjadi pendekatan utama dalam setiap proses pendidikan.

“Dalam sebuah approach bisa beberapa metode, dalam satu metode bisa beberapa teknik pembelajaran. Kalau ini bisa dilakukan, akan lebih baik,” jelas Dahlan Rais.

Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi dan ukuran keberhasilan dalam setiap program pendidikan. “Harus ada ukuran, harus ada evaluasi sejauh mana pembelajaran itu berhasil atau tidak,” tambahnya.

Sebelum mengakhiri tausiyahnya, Dahlan Rais menyampaikan selamat kepada seluruh pihak yang terlibat. “Selamat kepada Muhammadiyah di Gunungpati, tempat Ponpes Lukmanul Hakim, dan selamat kepada ‘Aisyiyah Jawa Tengah yang memulai PKBM. Saya yakin keduanya akan bisa berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Dalam kegiatan peluncuran pesantren lansia ini, para hadirin sempat dihibur dengan penampilan paduan suara dan syair dari santri PPTQM Lukman Al Hakim. Suasana semakin meriah saat paduan suara dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gunungpati menampilkan Mars ‘Aisyiyah dan Mars Lansia dengan iringan musik angklung. Harmoni vokal dan instrumen tradisional tersebut meneguhkan semangat kebersamaan yang menjadi ruh acara.

Kontributor: Lia
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: