Di Tengah Alam, Para Guru Ini Temukan Arti dari Kepemimpinan Sejati
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Di tengah rimbun pepohonan dan udara sejuk Omah Luku, Tuntang, lebih dari 50 guru dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Kota Semarang melepas sejenak rutinitas kelas. Bukan untuk berlibur, melainkan untuk belajar kembali tentang makna kepemimpinan, kebersamaan, dan semangat kepanduan yang menumbuhkan karakter sejati.
Kegiatan bertajuk Capacity Building dan Penguatan Kompetensi Guru se-Kota Semarang Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kota Semarang ini berlangsung pada 5 September 2025 lalu.
Belajar dari Alam, Memimpin dengan Hati
Meski telah berlalu, gaungnya masih terasa kuat di kalangan para peserta yang pulang dengan semangat baru.
“Hizbul Wathan itu bukan sekadar kegiatan kepanduan, tapi wadah pembentukan karakter mulai dari tunas hingga pelatih.
Dari sinilah generasi emas lahir,” ungkap Drs. H. Jumai, M.Pd, Wakil Ketua PDM Kota Semarang bidang Ortom.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 50 guru dari berbagai jenjang, mulai PAUD hingga SMA/SMK Muhammadiyah.
Di bawah langit terbuka, mereka diajak untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta memahami filosofi kepanduan Hizbul Wathan bahwa setiap guru adalah pembina dan teladan bagi generasi muda.
Ketua Kwarda HW Kota Semarang, Slamet Widodo, M.Pd, menuturkan bahwa kegiatan ini adalah langkah kecil untuk membangkitkan kembali semangat Hizbul Wathan di kalangan pendidik.
“Meskipun jumlah kita belum banyak, kita sudah mulai bergerak lebih dulu. Karena di tempat lain, HW sudah berjalan aktif. Kini saatnya Semarang menyala kembali,” ujarnya penuh semangat.
Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mengikuti sesi interaktif dan simulasi lapangan.
Beberapa materi yang dibawakan antara lain Kebencanaan dan Sosial, Orientasi Kepanduan HW, Ideologi Muhammadiyah, serta Ke-Ortom-an.
Setiap sesi dirancang agar guru bisa menerapkan nilai kepanduan ke dalam pembelajaran dan pembinaan karakter siswa.
Menempa Diri, Menguatkan Jiwa Kepanduan Muhammadiyah
Momentum yang yang meneguhkan kembali peran guru sebagai garda depan dalam menanamkan nilai-nilai karakter dan semangat kepanduan Hizbul Wathan di setiap langkah pendidikan.
Melalui pelatihan ini, mereka tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga kesadaran bahwa mendidik bukan hanya soal pengetahuan, tapi juga soal keteladanan dan semangat perjuangan.
Dalam sejuknya alam terbuka, pelatihan ini menjelma menjadi ruang pembelajaran hidup tempat para guru saling menguatkan, merenung, dan tumbuh bersama.
Bagi banyak peserta, ini adalah titik balik untuk menghidupkan kembali semangat kepanduan di sekolah masing-masing.
Sebab dari Hizbul Wathan, mereka belajar arti sederhana dari sebuah pengabdian: berbuat kebaikan tanpa pamrih, dan menuntun generasi muda dengan hati.