Lewat Game Sikapandawa Buatan UNIMUS Pendidikan Karakter Anak Tak Lagi Membosankan
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Mengajarkan pendidikan karakter anak kini tidak lagi membosankan. Lewat pendekatan gamifikasi pendidikan, 21 siswa SD Negeri Kalibanteng Kulon 01 asyik belajar budi pekerti menggunakan permainan digital interaktif bertajuk Game Sikapandawa.
Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menggelar inovasi pembelajaran ini dalam dua tahapan di ruang kelas SD Negeri Kalibanteng Kulon 01, Semarang. Tahap pertama bernama Misi Pandawa berlangsung pada Senin, 27 Juli 2026. Melengkapi kegiatan awal, tahap Jejak Pandawa menyusul pada Kamis, 30 Juli 2026.
Menyulap Layar Gadget Menjadi Ruang Edukasi
Suasana kelas terasa berbeda saat puluhan anak duduk rapi menatap layar Chromebook. Mereka bukan sedang memainkan hiburan kosong yang kerap meresahkan orang tua. Siswa-siswa ini justru larut menyelesaikan 10 level permainan buatan Tim PKM-PM S1 Informatika Universitas Muhammadiyah Semarang.
Menjelajahi dunia virtual tersebut, anak-anak bertemu lima tokoh pewayangan yang membawa misi moral. Yudhistira mengajarkan kejujuran, Bima menularkan keberanian, dan Arjuna membimbing kesopanan. Setelah menamatkan seluruh misi, senyum bangga merekah saat mereka menerima “rapor” kebaikan digital.
Menghubungkan Game Digital dengan Realitas
Tiga hari berselang, antusiasme siswa berlanjut menapaki tahap Jejak Pandawa. Pada momen ini, mereka sejenak menutup layar laptop untuk berdiskusi langsung dengan guru dan mahasiswa. Anak-anak asyik berlatih mengelompokkan berbagai skenario perilaku ke dalam keranjang perbuatan baik dan buruk.
Keseruan memuncak tatkala siswa mulai mewarnai dan merangkai tokoh wayang dari bahan dupleks. Karya fisik berwarna-warni ini sukses menjembatani teknologi modern dengan kelestarian budaya lokal. Mengamati transformasi belajar yang interaktif ini, Kepala SD Negeri Kalibanteng Kulon 01, Novi, memberikan tanggapan positif.
“Program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak dan menjadi sesuatu yang baru dalam proses pembelajaran mereka,” ungkap Novi. Ia menilai pendekatan berbasis game lokal ini mampu menghadirkan suasana segar yang sukses mendobrak rutinitas kelas harian.
Bersiap Menuju Panggung Dalang Cilik
Saat ini, para murid tengah bersiap menghadapi tantangan akhir yang lebih mendebarkan. Mereka akan tampil mempraktikkan keberanian dan kreativitas langsung dalam pagelaran bertajuk Dalang Cilik. Menyikapi proses panjang ini, perwakilan Tim PKM-PM Sikapandawa menyampaikan harapan utamanya.
“Kami berharap nilai-nilai yang dipelajari tidak berhenti pada kegiatan program, tetapi dapat diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari,” tutur perwakilan tim tersebut. Mereka menginginkan kebiasaan baik ini terus melekat hingga terbawa ke lingkungan rumah.
Mewujudkan harapan besar itu tentu menuntut pendampingan yang berkesinambungan. Oleh karena itu, mahasiswa terus memotivasi semangat para siswa agar tidak pantang menyerah. “Kami juga berharap mereka tetap semangat menuju tahap pagelaran dalam Dalang Cilik,” pungkas perwakilan Tim Sikapandawa.