Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Jangan Terbuai Dunia, Ini Pentingnya Pengingat Kematian dalam Islam

11 September 2026, 20:23 WIB • 3 menit baca
M. Bariusalam menyampaikan khotbah Jumat tentang pengingat kematian dalam islam dari atas mimbar Masjid At-Taqwa Wates
Khatib M. Bariusalam, M.Pd. menyampaikan nasihat tentang pentingnya pengingat kematian dalam islam di atas mimbar Masjid At-Taqwa Wates, Jumat (11/9/2026).

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org — Dunia yang fana sering kali melenakan manusia dari esensi ibadah yang sesungguhnya. Oleh karena itu, kesadaran akan pengingat kematian dalam islam menjadi perisai utama agar kita tidak terjebak dalam rasa aman yang semu.

Keheningan menyelimuti Masjid At-Taqwa Wates pada Jumat (11/9/2026). Ratusan jemaah tampak memenuhi saf salat demi menyimak nasihat agama dari atas mimbar. Kehadiran warga ini mencerminkan antusiasme tinggi dalam memperkuat ikatan spiritual dengan Sang Pencipta.

Bertindak sebagai khatib, M. Bariusalam, M.Pd. selaku ustad muda Pondok Pesantren Bina Amal, Ia mengajak jemaah merenungkan hakikat keberadaan manusia. Ia mengingatkan bahwa ujian hidup seperti kebangkrutan, masalah keluarga, hingga bencana alam bisa menimpa siapa saja.

Ujian Hidup dan Perlunya Perisai Ketakwaan

Meskipun sebagian orang merasa aman dari musibah, kondisi tersebut kerap melupakan manusia dari akhirat. Oleh sebab itu, ketakwaan menjadi pelindung terkuat agar selamat dari azab Allah SWT.

Saat menyampaikan khotbahnya, khatib memberikan pesan mendalam bagi seluruh hadirin yang hadir. “Cukuplah kematian sebagai pengingat, bahwasanya kehidupan kita di dunia ini sangat terbatas dan akan habis sewaktu-waktu tanpa kita bisa memprediksi atau memperlambatnya,” ujar M. Bariusalam dari atas mimbar.

Melalui pesan tersebut, jemaah diajak untuk kembali memahami makna kematian menurut islam. Kematian merupakan kepastian mutlak yang akan menghampiri setiap jiwa, baik yang tinggal di perkotaan maupun pedesaan.

Menatap Dunia yang Fana dan Kebenaran Akhirat

Al-Qur’an sendiri telah mengingatkan bahwa kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Sementara itu, kehidupan akhirat merupakan tempat tinggal yang sebenarnya dan kekal abadi.

Ia pun meminta agar umat Islam tidak mudah tertipu oleh keindahan duniawi. “Dunia ini hanyalah kesenangan yang melenakan, maka jangan sampai kita tertipu oleh kemilau dunia yang fana,” tegas M. Bariusalam di hadapan para jemaah.

Rasa takut yang benar bukanlah takut kepada bencana atau musibah duniawi semata. Sebaliknya, rasa takut yang utama adalah jika manusia terjerumus ke dalam murka Allah SWT dan dijauhkan dari rahmat-Nya.

Langkah Nyata Persiapan Menghadapi Kematian

Dengan menanamkan rasa takut hanya kepada Sang Pencipta, jiwa tidak akan cemas menghadapi dinamika dunia. Sikap ini menjadi landasan penting dalam persiapan menghadapi kematian secara bijak.

M. Bariusalam lantas memberikan dorongan moral agar jemaah memanfaat sisa usia dengan maksimal. “Mari jadikan sisa usia kita sebagai ladang amal untuk menggapai surga-Nya, tempat kediaman abadi yang penuh dengan ketenangan dan kebahagiaan hakiki,” tutur M. Bariusalam menutup pemaparannya.

Momentum khotbah jumat masjid at taqwa wates ini akhirnya menjadi cermin refleksi bagi seluruh jemaah. Memahami pentingnya pengingat kematian dalam islam bukan untuk memicu kecemasan, melainkan menyalakan kesadaran agar umat terus mengumpulkan bekal amal saleh sebelum waktu habis.

Kontributor: Media At Taqwa Ngaliyan
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: