Pentingnya Doa Sebelum Berhubungan Suami Istri, Benteng dari Gangguan Setan
SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Hubungan intim dalam rumah tangga tidak boleh hanya dipandang sebagai penyaluran hasrat biologis semata, melainkan harus diniatkan sebagai ibadah yang sakral.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua Pimpinan daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang Drs. KH. Danusiri, M.Ag. saat membedah Kitab Bulughul Maram bab Mu‘asyarah Baina Az-Zauj wa Az-Zaujah (Pergaulan Suami Istri) di Masjid As-Salam Wonodri, Selasa malam (16/12/25).
“Hubungan suami istri dalam Islam itu bukan hanya soal menyalurkan syahwat, tetapi ibadah yang harus menjaga adab hubungan suami istri agar melahirkan ketenangan dan keberkahan,” ujar KH Danusiri di hadapan para jemaah.
Pentingnya Doa dan Adab Hubungan Suami Istri
Dosen Al Islam dan Kemuhammadiyahan Unimus tersebut menguraikan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW mengenai tata cara dan nilai spiritual dalam rumah tangga. Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah pembacaan doa sebelum berhubungan.
Menurutnya, praktik sederhana seperti membaca basmalah dan doa khusus sering kali diabaikan, padahal hal ini merupakan ikhtiar penting untuk melahirkan generasi yang saleh dan membentengi keluarga dari gangguan setan.
Secara teknis syariat, kajian ini juga menjelaskan fleksibilitas dalam adab hubungan suami istri. Berdasarkan hadis yang dibahas, Islam memperbolehkan variasi posisi selama tetap menjaga ketentuan utama, yakni hanya melalui jalur yang dihalalkan.
Kunci Harmonis dan Pencegahan KDRT
Lebih lanjut, pemahaman adab hubungan suami istri yang benar dinilai dapat menjadi solusi preventif terhadap kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). KH Danusiri menekankan perlunya keseimbangan hak dan kewajiban: suami wajib bersikap lembut dan sabar, sementara istri dianjurkan menjaga keharmonisan dengan menaati ajakan suami selama tidak ada uzur syar‘i.
“Prinsip saling memahami dan kesabaran terhadap kodrat Allah dalam rumah tangga akan memperkuat iman sekaligus meredam potensi pertengkaran antara suami dan istri,” tambahnya.
Kajian Rutin PCM Semarang Selatan
Sebagai informasi, kajian Kitab Bulughul Maram ini merupakan agenda rutin berseri yang berlangsung setiap Selasa malam pukul 18.00 WIB di Masjid As-Salam Wonodri. Masjid ini merupakan pusat kegiatan dakwah Muhammadiyah yang dikelola oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Semarang Selatan, dengan menghadirkan Drs. KH. Danusiri, M.Ag. sebagai pengasuh tetap.
Selain jemaah yang hadir langsung, masyarakat juga dapat menyimak kajian ini melalui siaran daring di akun Instagram resmi @masjid_assalam_wonodri.
Baca juga:
Dosa Besar! Suami yang Paksa Istri Patungan Biaya Pokok Keluarga