Sekolah Mahal Saja Tidak Cukup, Ini Fakta Mengejutkan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Mengirim anak ke sekolah mahal ternyata belum cukup untuk menjamin kesuksesannya. Bahkan, riset membuktikan bahwa peran orang tua dalam pendidikan anak memegang porsi paling besar, yakni hingga 80 persen.
Fakta mengejutkan ini terungkap secara langsung dalam acara Smart Parenting di aula SMK Muhammadiyah 1 Semarang. Selanjutnya, kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat (24/07/2026) tersebut menghadirkan ratusan wali murid kelas sepuluh. Tujuannya sendiri sangat jelas, yakni membangun sinergi kuat antara pihak sekolah dan keluarga.
Membongkar Mitos Pola Asuh di Rumah
Dr. Erwan Rohmat selaku Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Semarang turut menegaskan hal ini. Secara tegas, ia menyatakan sekolah tidak bisa mendidik generasi penerus tanpa dukungan penuh keluarga. Oleh karena itu, menerapkan pola asuh anak yang benar di rumah menjadi sebuah keharusan.
Pada dasarnya, kemajuan dunia pendidikan memang sangat membutuhkan kolaborasi dua arah. “Pendidikan tidak mungkin maju hanya seorang diri, tidak bisa kalau hanya sekolah saja,” ujar Erwan di hadapan para orang tua siswa. Melalui kutipan ini, para hadirin menyadari bahwa guru sebatas meneruskan pengasuhan dari rumah.
Pentingnya Ilmu Parenting Anak Remaja
Sementara itu, mengasuh anak pada usia transisi tentu memiliki tantangan tersendiri. Maka dari itu, para orang tua wajib menguasai ilmu parenting anak remaja. Nantinya, pengetahuan ini sangat berguna agar keluarga mampu menjadi mitra strategis bagi sekolah.
Erwan kemudian memaparkan data riset yang membuat banyak wali murid terdiam sejenak.
“Keberhasilan pendidikan anak justru lebih banyak ditentukan oleh peran orang tua, yakni sekitar 80 persen,” tegasnya. Sementara itu, peran sekolah nyatanya hanya berkontribusi sekitar 20 persen saja.
Sinergi untuk Mencetak Generasi Unggul
Di sisi lain, pihak sekolah menyadari keterbatasan mereka dalam membentuk karakter anak secara utuh. Meski begitu, SMK Muhammadiyah 1 Semarang tetap diakui sebagai salah satu pusat keunggulan pendidikan. Sebagai buktinya, institusi pendidikan ini banyak menerima siswa pindahan dari berbagai sekolah negeri.
Erwan pun memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian membanggakan sekolah swasta tersebut. “Tidak salah menyekolahkan anak di SMK Muhammadiyah 1 Semarang, karena memang sekolah ini unggul,” ucap Erwan. Kendati demikian, ia kembali mengingatkan bahwa keunggulan itu tetap butuh campur tangan keluarga.
Kesimpulannya, mencetak generasi berakhlak baik selalu menuntut kerja sama erat antara orang tua dan guru. Dalam hal ini, keluarga senantiasa memegang kendali utama pembentukan karakter siswa. Mulai sekarang, mari kita perbaiki kualitas pendampingan di rumah demi masa depan anak-anak kita.