Tanpa Mesin Otomatis, Perjuangan Surya Bening Pasok 17 Ribu Botol Air di Muktamar Tapak Suci
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Gemuruh ribuan pendekar Tapak Suci Putra Muhammadiyah memenuhi Lapangan Pancasila Simpang Lima pada Sabtu (8/8/2026). Namun, di balik sukses gelaran pembukaan tersebut, ada perjuangan fisik luar biasa dalam menyajikan belasan ribu botol air segar tanpa bantuan mesin pengemas otomatis.
Tidak banyak jamaah menyadari perjuangan sunyi di balik ketersediaan belasan ribu botol air segar yang membasahi kerongkongan mereka. Air minum kemasan bermerek Surya Bening hadir menjadi penyelamat dahaga sepanjang gelaran Muktamar berlangsung.
Unit usaha di bawah naungan BUMM PDM Kota Semarang melalui PT SAS ini sukses menyalurkan 750 dus atau setara 17.000 botol air kemasan 600 mililiter. Kehadiran air minum produk Muhammadiyah tersebut mendadak jadi sorotan karena mampu menjawab tantangan besar panitia di tengah keterbatasan fasilitas.
Direktur Utama Surya Bening, Hardiyanto, membeberkan bahwa pihak panitia awalnya hanya memesan 700 kardus pada bulan Juli lalu. Kemudian, Lazismu PDM Kota Semarang menambah 50 kardus susulan untuk menyokong kelancaran konsumsi jamaah.
Modal Delapan Pasang Tangan
Selanjutnya, kisah perjuangan sebenarnya justru bermula di ruang produksi sederhana milik unit usaha tersebut. Sebab, fasilitas mesin pengemas otomatis pesanan pabrik baru dijadwalkan tiba pada pertengahan Agustus.
Demi menyanggupi tantangan besar dari panitia Muktamar, manajemen akhirnya mengerahkan delapan tenaga borongan lokal. Delapan pasang tangan tersebut secara telaten mengisi air dan menutup belasan ribu botol secara manual satu per satu.
Meskipun memproses kemasan secara manual, pihak produksi tetap menerapkan standar kebersihan dan keamanan yang sangat ketat. Tim laboratorium rutin mengukur kadar Total Dissolved Solids (TDS) hingga tingkat pH air agar kesegarannya tetap terjamin.
“Mesin packaging baru datang pertengahan Agustus. Maka, pengisian dan penutupan produk kami lakukan manual dengan melibatkan delapan tenaga borong. Tentu saja, kami selalu mengukur TDS, pH, dan kebersihannya,” tutur Hardiyanto.
Beningnya Sehatkan Jiwa Raga
Di samping membuktikan ketahanan produksi lokal, momentum Muktamar menjadi ajang uji kualitas bahan baku serta kesiapan SDM. Keberhasilan memasok kebutuhan ribuan peserta kini menumbuhkan rasa percaya diri tinggi bagi pengelola bisnis persyarikatan.
Selanjutnya, pimpinan Badan Usaha Milik PDM Kota Semarang ini menyimpan harapan besar agar produk ini makin dicintai warga Muhammadiyah. Kepercayaan jamaah menjadi modal utama sebelum Surya Bening melangkah lebih jauh menembus pasar ritel umum.
Lalu, kerja keras delapan pekerja manual di balik layar Muktamar akhirnya terbayar tuntas lewat senyum puas para peserta. Air segar yang membasahi tenggorokan para pendekar kini menjadi bukti nyata kemandirian ekonomi umat.
“Harapan terbesar kami, produk Surya Bening benar-benar terwujud dengan motto Beningnya Sehatkan Jiwa dan Raga. Jika jamaah sudah menerima dengan baik, kami makin yakin membawa produk ini ke pasar umum,” pangkas Hardiyanto menutup perbincangan.