Pimpinan Muhammadiyah Semarang ‘Berguru’ ke Magelang, Incar Model Keunggulan PRM dan Sekolah Unggulan
Sebanyak 100 pimpinan dan pengurus Persyarikatan Muhammadiyah Kota Semarang akan menjalani kegiatan konsolidasi internal, atau Capacity Building, ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang pada Sabtu, 29 November 2025. Langkah ini merupakan strategi PDM Semarang untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperkuat ideologi organisasi, dan menyinergikan gerak program Muhammadiyah, terutama dalam pengembangan amal usaha serta konsolidasi di tingkat akar rumput.
Kegiatan strategis ini melibatkan 31 elemen dari Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) majelis dan lembaga PDM Kota Semarang. Juga termasuk organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah (AUM) seperti Pemuda Muhammadiya, IMM, IPM, NA, dan lainnya.
Sekretaris PDM Kota Semarang, Suparno, M.Ag., menyatakan bahwa konsolidasi ini berfokus pada studi banding dengan PDM Kabupaten Magelang. Magelang dipilih lantaran memiliki beberapa unit organisasi dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang dianggap unggul dan sukses.
Fokus pelajaran utama PDM Kota Semarang adalah model keunggulan yang diterapkan Magelang, mencakup sekolah unggulan seperti SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring dan SMA Taruna Muhammadiyah. Serta keberhasilan konsolidasi di tingkat akar rumput, di mana PRM Gunungpring juga termasuk Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) yang unggulan tingkat nasional.
“Ini adalah upgrading yang bertujuan untuk memperkuat ideologi dan menyinergikan gerak organisasi agar tujuan Muhammadiyah dapat tercapai secara efektif,” ujar Suparno kepada muhammadiyahsemarangkota.org Jumat (28/11/2025).
Fokus Pelajaran dan Rencana Tindak Lanjut
Suparno menjelaskan, agenda utama dalam Capacity Building Muhammadiyah ini adalah sesi sharing pengalaman dan praktik terbaik dari PDM Kabupaten Magelang, khususnya terkait pengelolaan AUM dan pembinaan ranting unggulan. Selain itu, kegiatan juga diselingi dengan sesi penyegaran (refreshing) bagi para pimpinan dan pengurus.
Menurutnya, keberangkatan ini adalah upaya konkret untuk memetik pelajaran, yang hasilnya harus diimplementasikan. Rencana tindak lanjut (RTL) pasca-kegiatan diwajibkan bagi setiap Ortom dan UPP.
“Rencana tindak lanjutnya jelas, masing-masing Ortom dan UPP harus mengambil pelajaran dan mencontoh hal-hal yang positif, terutama model keunggulan AUM dan PRM Magelang, guna pengembangan unitnya di wilayah PDM Kota Semarang. Selain itu, mereka harus segera memetakan dan menyusun skala prioritas program yang akan dilaksanakan,” tegas Suparno.
Guna memastikan efektivitas kegiatan, ia berpesan kepada 100 peserta yang terlibat untuk mempersiapkan catatan kecil, serta memiliki kesiapan mental dalam menerima masukan dan motivasi untuk menjadi lebih baik. I
a menambahkan bahwa peserta yang berpartisipasi dalam sesi arung jeram juga diminta membawa ganti pakaian.
Baca juga:
PDM Semarang Usung Konsep Unik untuk Perkuat Ranting, Padukan Dakwah dan Petualangan