Pionir Telur Sehat, Muhammadiyah Kelola Peternakan Inklusif Bersertifikasi Internasional
SLEMAN, muhmmadiyahsemarangkota.org – Masyarakat kini memiliki pilihan baru untuk konsumsi telur sehat berkualitas tinggi setelah Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah meluncurkan program Telur Moe di Sleman pada Rabu (31/12/2025). Peternakan ini mencetak sejarah sebagai unit usaha pertama di dunia besutan komunitas difabel yang menerapkan standar kesejahteraan hewan ketat asal Amerika Serikat.
Lahan Laboratorium Integrated Farming Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menjadi lokasi berlangsungnya acara bertajuk Kick Off Program Kemitraan Peningkatan Ekonomi Berbasis Inklusi tersebut. Melansir laporan resmi PP Muhammadiyah, MPM menjalin kolaborasi strategis dengan Lazismu dan UNISA guna memperkokoh ketahanan pangan berbasis komunitas.
Riset Delapan Tahun Hasilkan Kualitas Premium
Pendamping Peternakan Telur Moe, Arya Khoirul Hamam, menyebut produk ini lahir dari proses riset panjang selama delapan tahun. Melalui pendampingan intensif, para difabel dalam Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) kini sukses mengelola peternakan dengan standar nutrisi tingkat lanjut.
“Farmnya ini memelihara ayam dengan kesejahteraan hewan yang tinggi, traceability product yang bagus, serta pengelolaan kesehatan hewan yang baik. Artinya, kualitas telurnya pun bersahabat,” ujar Arya pada Rabu (31/12).
Metode tersebut mengantar Telur Moe meraih sertifikasi internasional Humane Farm Animal Care (HFAC) berlabel Certified Humane yang dikeluarkan organisasi nirlaba internasional yang berbasis di Amerika Serikat. Sertifikasi tersebut memastikan produk makanan berasal dari peternakan yang memenuhi standar ketat untuk perawatan, penanganan, transportasi, dan penyembelihan hewan.
Selain lebih higienis, pola pakan khusus ini berpotensi menghasilkan produk telur rendah kolesterol dan kaya akan telur omega 3. Arya meyakini sertifikasi tersebut menjamin etika dan keberlanjutan produk sehingga mampu menyehatkan lebih banyak orang.
Wujudkan Kemandirian Melalui Produksi Telur Sehat
Ketua MPM PP Muhammadiyah, Nurul Yamin, menegaskan bahwa aspek kemanusiaan menjadi ruh utama program ini. Selain menyediakan pangan bergizi, arsitektur kandang mengusung konsep ramah disabilitas yang memungkinkan pengguna kursi roda merawat ternak secara mandiri.
“Kursi roda bisa masuk, mereka bisa memberi makan dan melakukan banyak hal. Ini menciptakan aktor ekonomi baru dari komunitas difabel sekaligus mewujudkan spirit kemandirian,” tutur Yamin sebagaimana mengutip laporan Suara Aisyiyah.
Memasuki tahun 2026, Muhammadiyah menargetkan pengembangan populasi ayam dari 300 ekor menjadi 1.000 ekor demi memenuhi permintaan pasar terhadap telur sehat yang terus tumbuh. Yamin pun menekankan pentingnya edukasi publik karena kesadaran masyarakat terhadap pangan sehat kini semakin meningkat.
Baca juga: