Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Rahasia Hidup Penuh Makna: Cara Mencapai Kesungguhan Hati dalam Beribadah

26 September 2025, 10:20 WIB 2 menit baca
Rahasia Hidup Penuh Makna: Cara Mencapai Kesungguhan Hati dalam Beribadah

SEMARANG SELATAN,muhammadiyakotasemarang.org – Pernahkah kamu merasa lelah berjuang dan bertanya-tanya, “Kenapa harus sungguh-sungguh?” Pertanyaan itu sering kali muncul, apalagi saat kita berhadapan dengan berbagai tantangan, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.

Semua pertanyaan ini di jawab oleh Ustadz Raad Noor Fattah, M.Ag., dalam kajian kajian kitab Riyadhus Shalihin Pada malam Jumat (25/09/25) di Masjid At-Taqwa PDM Kota Semarang. Ustadz Raad Noor Fattah membedah tuntas Bab Mujahadah atau Bersungguh-sungguh, sebuah topik yang begitu relevan bagi kehidupan sehari-hari. 

Ustadz Raad, yang juga Pembina Rohani RS Roemani Muhammadiyah, memulai kajian dengan mengupas tuntas makna kata mujahadah.

Ia menjelaskan bahwa kata ini berasal dari “jahada-yujahidu-mujahadah,” yang secara harfiah berarti “mencurahkan segala kemampuan”. Namun, maknanya lebih dalam dari itu, yaitu sebuah upaya spiritual untuk meraih kedekatan dengan Allah, mengendalikan diri dari godaan, dan menemukan ketentraman batin. 

“Jika dalam hal dunia saja kita mampu melakukannya dengan kesungguhan hati, kenapa kita tidak bisa sungguh-sungguh dalam mendekatkan diri kepada Allah?” tanya Ustadz Raad, mengajak para jamaah untuk merenung. 

Ini adalah poin penting yang menjadi inti pembahasan. Ustadz Raad menegaskan bahwa Allah telah menjanjikan balasan yang luar biasa bagi mereka yang berupaya mendekatkan diri kepada-Nya dengan penuh keseriusan. Janji ini bahkan diabadikan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ankabut ayat 69. 

Ibadah Penuh Cinta, Bukan Sekadar Rutinitas

Selain kesungguhan, Ustadz Raad juga menekankan pentingnya beribadah dengan sepenuh hati. Menurutnya, ada perbedaan besar antara ibadah yang dilakukan dengan penuh rasa cinta dan yang hanya sekadar rutinitas atau terpaksa. 

Ia mengutip Surat Al-Muzammil ayat 8, yang memerintahkan kita untuk “Sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati”. Sikap ini terlihat dari semangat, keseriusan, dan tidak adanya rasa malas atau gelisah saat beribadah. 

Kajian ini bukan hanya tentang pemahaman, tapi juga tentang ajakan untuk terus bergerak. Ustadz Raad mengingatkan bahwa setiap kebaikan, bahkan yang paling kecil sekalipun, akan mendapatkan balasan berlipat ganda dari Allah, minimal sepuluh kali lipat. 

Sebagai penutup, Ustadz Raad memberikan pesan yang mengena. Ia mengingatkan para jamaah tentang dua nikmat yang sering kali kita lalaikan: kesehatan dan waktu luang. Dua nikmat ini adalah modal berharga untuk beribadah dan melakukan kebaikan.

Kontributor: Rio Tim Media At Taqwa Roemani
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: