Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Sering Merasa Gagal di Ramadhan Sebelumnya? Lakukan Ini Sebelum Terlambat!

16 Januari 2026, 15:47 WIB • 2 menit baca
Ustadz Yayan sedang menyampaikan tausiyah dari atas mimbar kayu di sisi kiri, di hadapan para jamaah pria yang duduk di atas karpet hijau di dalam Masjid At Taqwa Sekayu Semarang yang memiliki pilar kayu besar
Menabung takwa sejak dini: Suasana khidmat tausiyah persiapan Ramadhan oleh Ustadz Yayan di Masjid At Taqwa Sekayu, Semarang Tengah, Rabu malam (14/01/2026). Beliau menekankan pentingnya memanfaatkan bulan Sya'ban sebagai waktu krusial untuk melatih fisik melalui puasa sunnah dan mematangkan ilmu fiqh puasa agar ibadah di bulan suci tidak berlalu tanpa makna.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Banyak dari kita sering kali baru tersadar untuk beribadah maksimal saat hilal Ramadhan sudah tampak di depan mata. Padahal, rahasia di balik puasa yang sukses dan berkualitas justru terletak pada seberapa jauh kita melakukan persiapan Ramadhan 2026 sejak jauh hari. Suasana khidmat ini terasa sangat kental di Masjid At Taqwa Sekayu, Semarang Tengah, pada Rabu malam (14/01/2026).

Ustadz Yayan hadir memberikan suntikan semangat bagi puluhan jamaah usai ibadah Isya berjamaah. Sosok penceramah ini menekankan bahwa bulan Sya’ban adalah waktu yang paling krusial untuk “menyiram benih” amal. Oleh karena itu, momen ini menjadi pengingat agar kita tidak lagi menjadi muslim yang mendadak shalih hanya saat bulan suci tiba, melainkan sudah terlatih sejak sekarang.

Menanam Kebiasaan Melalui Empat Pilar Utama

Selanjutnya, penceramah ini menguraikan strategi jitu agar ibadah kita tidak kaget saat memasuki bulan suci. Pilar pertama yang harus dilakukan adalah melatih fisik melalui puasa sunnah secara rutin.

Bahkan, alumni pesantren ini mengingatkan jamaah untuk segera melunasi utang puasa tahun lalu. Hal ini sangat penting agar kita bisa memasuki bulan Ramadhan dengan hati yang tenang dan tanpa beban administrasi spiritual.

“Ramadhan itu ibarat musim panen. Jika Sya’ban kita lalai, maka Ramadhan pun akan berlalu tanpa makna. Karena itu, mari kita menabung taqwa sejak sekarang,” tutur Ustadz Yayan dengan nada yang sangat menyentuh hati.

Maka dari itu, penguatan ilmu fiqh puasa juga menjadi pilar ketiga agar setiap gerakan dan aturan ibadah kita memiliki landasan yang benar dan tidak berisiko sia-sia.

Menyusun Target Mental dan Strategi Ibadah

Selain itu, langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah menyusun rencana kerja spiritual atau target mental.

Hal ini mencakup komitmen untuk khatam Al-Qur’an, manajemen sedekah harian, hingga niat kuat untuk membuang kebiasaan buruk selamanya.

Kemudian, Ustadz Yayan menegaskan bahwa persiapan yang matang akan membedakan antara mereka yang benar-benar bertransformasi dengan mereka yang hanya mendapatkan haus dan lapar.

“Jangan sampai kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga di bulan Ramadhan. Dengan persiapan sejak Sya’ban, Ramadhan bisa benar-benar menjadi bulan perubahan,” tegas sosok pemberi motivasi ini di hadapan jamaah yang tampak antusias.

Akhirnya, tausiyah singkat ini berhasil membuka mata banyak orang bahwa kesuksesan spiritual perlu dirancang dengan matang.

Ternyata, Masjid At Taqwa Sekayu bukan sekadar tempat sujud, melainkan menjadi pusat persemaian ilmu yang sangat humanis bagi warga Semarang.

Mari kita jadikan Sya’ban ini sebagai ajang “pemanasan” terbaik. Semoga saat fajar Ramadhan menyapa nanti, kita sudah dalam kondisi terbaik untuk menjemput rida-Nya. Selamat menabung takwa, Sahabat!

Kontributor: Tim Media Masjid At Taqwa Sekayu
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: