Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Refleksi Isra Mi’raj 2026: Dr. Aang Kunaepi Kupas Rahasia Kepemimpinan Langit

16 Januari 2026, 13:37 WIB 3 menit baca
Ilustrasi perjalanan spiritual Isra Mi'raj 2026 yang menghubungkan nilai langit dengan kehidupan kota modern sebagai simbol Kepemimpinan Langit dan integritas.
Ilustrasi "Kepemimpinan Langit": Menghubungkan spiritualitas Sidratul Muntaha dengan aksi nyata membangun keadilan sosial di tengah masyarakat.

SEMARANG TIMUR, muhammadiyahsemarangkota.org – Memasuki momentum Isra Mi’raj 2026, Dr. Aang Kunaepi mengingatkan pentingnya gaya Kepemimpinan Langit yang tidak hanya cerdas secara birokrasi, tapi juga kuat secara spiritual untuk membawa Indonesia lebih bermartabat.

Ratusan jamaah memadati Masjid At-Taqwa Halmahera pada Jumat siang (16/01/26). Mereka menyimak dengan saksama saat Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Semarang tersebut naik ke atas mimbar. Tokoh agama ini menegaskan bahwa Nilai Keimanan harus menjadi dasar utama dalam setiap kebijakan publik.

Integritas Pejabat dalam Sorotan

Aang menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj 2026 membawa pesan besar tentang keteguhan hati. Ia menceritakan bagaimana Rasulullah SAW tidak sedikit pun silau oleh keindahan surga saat berada di Sidratul Muntaha. Sang Nabi memilih tetap fokus pada amanah besar dari Allah SWT.

Berdasarkan teladan tersebut, Aang menarik benang merah terkait isu Integritas Pejabat yang sering menjadi sorotan publik. Ia menilai pemimpin yang memiliki “Mental Mi’raj” tidak akan mudah tergoda oleh suap atau gratifikasi. Sosok seperti ini memiliki benteng spiritual yang sangat kokoh dalam menghadapi godaan jabatan.

“Pemimpin dan rakyat yang memiliki mentalitas Mi’raj tidak akan mudah disuap, tidak akan berpaling dari amanah, dan tidak akan melampaui batas dalam mengambil hak orang lain,” tegas Dr. Aang Kunaepi dalam kutipan langsungnya.

Menegakkan Keadilan Sosial

Selain integritas pribadi, khutbah tersebut juga mengulas pentingnya Keadilan Sosial. Aang mengingatkan jamaah tentang momen Rasulullah mengimami para nabi di Masjidil Aqsa. Peristiwa itu merupakan simbol kepemimpinan yang merangkul dan menyatukan semua golongan tanpa terkecuali.

Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa kebijakan negara tidak boleh hanya menguntungkan kelompok tertentu atau oligarki. Sebaliknya, pemerintah wajib memastikan bahwa kesejahteraan terasa hingga masyarakat lapisan bawah. Inilah esensi nyata dari membumikan nilai-nilai langit ke dalam urusan dunia.

“Kepemimpinan langit adalah kepemimpinan yang sadar bahwa kekuasaan adalah ujian, bukan keistimewaan. Nilai ini mengharuskan kita memastikan kebijakan negara berorientasi pada kesejahteraan umum,” tambah pria yang aktif di Muhammadiyah ini.

Shalat sebagai Transformasi Bangsa

Sebagai penutup, ia mengajak jamaah membawa “oleh-oleh” shalat ke dalam perilaku sehari-hari. Ia berpendapat bahwa shalat yang benar mampu melahirkan kedisiplinan, kejujuran, dan empati yang tinggi terhadap sesama manusia.

“Jika setiap pejabat negara, setiap pengusaha, dan setiap rakyat melakukan Mi’raj Spiritual setiap hari dalam shalatnya, maka keadilan akan tegak dan kemiskinan akan teratasi,” jelasnya dengan nada optimis.

Melalui momentum Isra Mi’raj 2026 ini, Aang berharap masyarakat dan pemimpin bangsa bisa melakukan transformasi batin secara total. Jika kejujuran telah menjadi napas dalam setiap urusan publik, maka Indonesia yang adil dan makmur bukan lagi sekadar impian belaka.

Baca juga :

Sambut Isra Miraj 2026: Jangan Biarkan Ilmu Menguap Tanpa Amal Nyata!

Cara Bangkit dari Kegagalan dalam Islam: Rahasia Sukses dari Al-Insyirah

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: