REFLEKSI MILAD KE-60 KOKAM: Kekuatan Organisasi Ditegaskan Bukan Jimat atau Doreng, Melainkan Murni Tauhid
SEMARANG, muhammadiyahkotasemarang.org – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kota Semarang secara tegas menolak anggapan bahwa kekuatan organisasi paramiliter bersumber dari senjata, jimat, atau kekuatan fisik semata. Dalam perayaan Milad ke-60 mereka di Semarang, KOKAM menegaskan bahwa benteng utama dan sumber kekuatan sejati mereka adalah keteguhan keyakinan terhadap Allah SWT atau Tauhid.
Penegasan ideologis ini menjadi sorotan dalam Apel dan Refleksi Milad yang digelar pada malam bersejarah, Selasa (30/9/25), di SMP Muhammadiyah 4, Semarang Barat.
Acara ini juga mencakup agenda Nonton Bareng (Nobar) Film G30S/PKI, yang secara implisit mengaitkan refleksi ideologi dengan peran historis KOKAM.

Tauhid: Kekuatan Inti Menjaga Marwah Persyarikatan
Pernyataan kunci ini disampaikan Dr. H. AM Juma’i M.M., yang secara eksplisit membongkar mitos tentang kekuatan eksternal. Ia menyoroti bahwa KOKAM wajib menjaga Marwah (martabat) karena Marwah tersebut berakar kuat pada Tauhid.
“Kokam itu harus menjaga Marwah, karena kokam memiliki kekuatan Tauhid,” tegas Dr. Juma’i.
Ia memberikan perbandingan historis yang kuat, mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengandalkan jimat atau kekuatan magis, melainkan murni bersandar pada pengamalan ilmu Tauhid yang konsisten. Juma’i menekankan bahwa perlindungan Ilahi akan selalu menyertai KOKAM, asalkan mereka konsisten (Istiqomah) dalam menjalankan prinsip Amar Ma’ruf Nahi Munkar.
Drs. Danusiri M.Ag. turut mendukung penegasan ini, meminta kader memiliki keterampilan bela diri yang memadai, namun menegaskan prioritas pada spiritualitas. “Jangan sampai kokam bukan orang yang ga punya basic beladiri atau setidaknya ilmu dan penerapan tauhidnya kuat,” ujarnya.
Target Kenaikan Personel dan Perluasan Fungsi
Yuliyansah M., Komandan KOKAM Kota Semarang, menjelaskan bahwa Milad ini bertujuan mempererat konsolidasi internal dari tingkat cabang hingga daerah, sekaligus memperkuat ideologi Pemuda Muhammadiyah.
“Dari lirik Mars kokam itu sudah nampak bahwa senjata utama adalah tauhid, ilmu, dan amal. Tiga hal ini wajib dimiliki oleh setiap personal anggota KOKAM,” ujar Yuliyansah.
Ia menjelaskan, KOKAM Kota Semarang bertekad melampaui sekadar penampilan fisik. Tujuannya adalah menambah kualitas SDM untuk menjaga Marwah Muhammadiyah dari pengaruh negatif luar, serta melindungi aset persyarikatan dan tokoh-tokoh agama. Selain keamanan, KOKAM juga aktif di bidang sosial kemanusiaan, kebencanaan, dan lingkungan, dengan unit fungsional seperti SAR dan bimbingan mental.
Dengan jumlah personel saat ini sekitar 120-an, Yuliyansyah menargetkan penambahan drastis. “Saya punya target bisa menambah 50 persen dari jumlah yang ada, dengan mengadakan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) yang insyaAllah akhir tahun ini akan kami adakan,” imbuhnya.
H. Suharno, S.Pd., Ketua PDPM Kota Semarang, menambahkan bahwa refleksi ini adalah tindak lanjut instruksi dari Pimpinan Pusat. Suharno berharap tema sentral milad, yakni “KOKAM Tangguh, Sinergis, Menjaga dan Membangun Negeri,” tertanam kuat di jiwa seluruh kader.
“KOKAM adalah bagian dari Pemuda Muhammadiyah yang mana selalu menjaga kegiatan-kegiatan Muhammadiyah, baik itu aset ataupun tokoh-tokoh Muhammadiyah,” kata Suharno. Ia menegaskan, semangat KOKAM harus terus menyala untuk berfastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) di tengah berbagai tantangan internal maupun eksternal.