Suara Pelajar Pecahkan Rekor MURI Mars MTQ, SMP Muhammadiyah 3 ikut Kerahkan Ratusan Siswa
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Ratusan ribu orang sukses mencetak Rekor MURI Mars MTQ lewat aksi paduan suara kolosal, di mana para pelajar turut menjadi motor penggerak utama. Pencapaian rekor dunia ini melibatkan lebih dari 200 ribu peserta gabungan secara daring maupun luring, termasuk siswa SMP Muhammadiyah 3 Semarang.
Peristiwa bersejarah ini berlangsung meriah pada Sabtu malam, 12 September 2026. Kawasan Simpang Lima Semarang menjadi pusat utama dari seluruh rangkaian acara spektakuler tersebut. Suasana malam itu seketika bergemuruh manakala lautan manusia menyatukan vokal mereka.
Peran Siswa SMP Muhammadiyah 3 dalam Rekor Dunia di Semarang
Sebanyak 25.000 peserta memadati lapangan utama sejak sore hari untuk bernyanyi bersama. Bersamaan dengan kegiatan luring tersebut, sekitar 180.000 orang bergabung secara daring melalui platform Zoom dari berbagai penjuru. Kehadiran massa yang masif ini mengantarkan mereka pada rekor menyanyikan mars terbanyak di dunia.
Rangkaian Pembukaan MTQ Nasional XXXI terasa semakin istimewa berkat keterlibatan aktif para pelajar sebagai pencetak sejarah. Kolaborasi vokal lintas ruang ini menghasilkan gema yang luar biasa kuat. Alhasil, lantunan Mars MTQ Terbesar Dunia tersebut menggetarkan hati seluruh pihak yang menyaksikannya.
Totalitas SMP Muhammadiyah 3 Semarang Dukung Rekor MURI Mars MTQ
Pihak sekolah menunjukkan dedikasi tinggi guna menyambut perhelatan akbar tingkat nasional ini. Mereka mengerahkan seluruh warganya untuk berpartisipasi aktif demi menggenapkan jumlah peserta pemecahan rekor. Pihak sekolah mengambil langkah taktis dengan membagi massa ke dalam dua area fokus secara serentak.
Kepala Sekolah Rojudin, S.Pd., M.Si., merinci langkah nyata lembaganya dalam mendukung pencapaian rekor dunia tersebut. “Kami warga SMP Muhammadiyah 3 Semarang seluruh dari guru, siswa, tendik, semuanya ada dua hal,” jelasnya menerangkan strategi awal.
Ia menjelaskan pembagian tugas lintas ruang ini secara lebih terperinci. “Yang pertama, kami mengirim untuk ke Simpang 5 mengikuti pembuatan pembukaan MTQ di Simpang 5 dengan mengirim 110 siswa dan 10 guru, kemudian kita juga menyaksikan bersama-sama daring di sekolahan dengan seluruh siswa dan Bapak Ibu guru,” urainya.
Ia menegaskan bahwa seluruh ikhtiar tersebut bermuara pada satu tujuan besar. “Semua itu hanya satu untuk mensukseskan perhelatan nasional yaitu MTQ Nasional yang bertempat di Jawa Tengah dan khususnya bertempat di Kota Semarang,” ucap Rojudin dengan penuh rasa bangga.
Harapan SMP Muhammadiyah 3 Semarang Lahirkan Kafilah Masa Depan
Pengerahan ratusan pelajar ini bukan sekadar upaya mengejar euforia rekor MURI semata. Di balik aksi paduan suara kolosal itu, pihak sekolah menanamkan visi jangka panjang perihal pendidikan karakter. Mereka berupaya keras memupuk rasa cinta siswa terhadap nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini.
Rojudin mengungkapkan harapan mendalamnya di tengah hiruk-pikuk acara bersejarah tersebut. “Terima kasih, semoga MTQ nasional ini bisa sukses dan kami anak-anak di SMP Muhammadiyah 3 bisa ke depannya insyaallah akan menjadi bagian dari kafilah yang ada di Jawa Tengah khususnya Kota Semarang, terima kasih,” tuturnya menutup perbincangan.
Aksi memukau di jantung kota ini membuktikan kuatnya gelora kebangsaan dan spiritualitas generasi muda. Rekor spektakuler malam itu berhasil mengukir jejak abadi dalam lembaran sejarah Nusantara. Ke depannya, pencapaian gemilang ini akan terus menginspirasi jutaan anak bangsa untuk mencintai Al-Qur’an secara mendalam.