Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Resep Hidup Tenang: ‘Jaga’ Allah, Maka Allah Akan Jaga Harta, Keluarga, dan Imanmu

11 November 2025, 11:22 WIB • 3 menit baca
Resep Hidup Tenang: ‘Jaga’ Allah, Maka Allah Akan Jaga Harta, Keluarga, dan Imanmu
Screenshot

SEMARANG TENGAH, muhammadiyahsemarangkota.org – Kita semua pasti sering mendengar hadis populer, “Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu”. Sebuah kalimat yang terdengar sederhana, namun ternyata menyimpan janji luar biasa dari Sang Pencipta.

 Ini adalah sebuah jaminan ‘timbal balik’: jika kita menjaga hak-hak Allah, maka Dia berkomitmen penuh menjaga kita. Bukan hanya menjaga urusan duniawi seperti harta dan keluarga, tetapi juga dan ini yang terpenting menjaga iman kita agar tidak tergelincir dari jalan yang lurus.

Tema mendalam inilah yang menjadi sajian utama dalam pengajian PCM Semarang Tengah yang berlangsung hangat pada Ahad pagi (9/11/2025). 

Bertempat di Masjid At Taqwa Indrapasta, kajian ini menghadirkan Ustadz Amiril Edi Pranomo, S.H.I., M.H.. Dengan gaya bahasa yang lugas, Ustadz Amiril yang juga aktif di Bidang Dakwah PWPM Jawa Tengah, menguraikan makna di balik hadis agung tersebut.

Apa ‘Makna Menjaga Allah’?

Banyak yang mungkin bertanya, bagaimana cara kita “menjaga” Allah, padahal Dia Maha Kuasa dan tidak butuh penjagaan?

Ustadz Amiril menjelaskan bahwa makna menjaga Allah adalah tentang menjaga tiga pilar utama dalam ketaatan kita.  

Pertama menjaga kemurnian tauhid. Ini adalah fondasi dan kewajiban paling fundamental. Menjaga Allah berarti menjaga akidah kita dari segala bentuk kesyirikan. “Syirik adalah dosa terbesar, satu-satunya dosa yang tidak akan diampuni Allah jika terbawa mati. Pelakunya diancam terhalang dari surga,” tegasnya.  

Kedua menjaga sholat 5 waktu. Pilar kedua adalah menjaga tiang agama, yaitu sholat. Menurut Ustadz Amiril, sholat adalah amalan yang paling dicintai Allah dan menjadi pembeda paling jelas antara seorang muslim dan non-muslim. Sholat yang benar juga akan menjadi benteng yang mencegah kita dari perbuatan keji.  

Ketiga menjaga anggota badan & perut. Menjaga Allah juga berarti menjaga apa yang ada di kepala (lisan, mata, telinga) dan apa yang masuk ke perut. “Jangan sampai lisan kita mudah mengumpat, mata melihat yang haram, dan jangan sampai badan kita ini tumbuh dari makanan atau rezeki yang haram,” pesannya.  

Janji Timbal Balik: Dua Bentuk Penjagaan dari Allah

Jika ketiga pilar itu berhasil kita jaga, maka Allah akan menepati janji-Nya untuk menjaga kita. Ustadz Amiril memaparkan dua level penjagaan yang akan kita dapatkan:

Penjagaan Duniawi: Allah akan melindungi hal-hal yang kita cintai di dunia. “Allah akan menjaga badan kita, anak-anak kita, keluarga, dan harta benda kita dari keburukan,” jelasnya. 

Ia mencontohkan kisah dalam Surat Al-Kahfi, di mana Allah menjaga harta peninggalan dua anak yatim semata-mata karena kesalehan ayah mereka di masa lalu.  

Penjagaan Agama (Yang Paling Mahal): Ini adalah level penjagaan tertinggi dan paling berharga. 

Allah akan menjaga iman dan agama kita. “Jika Allah sudah menjaga agama seseorang, Dia akan menyelamatkannya dari kesesatan. 

Bahkan, bagi mereka yang sudah mendapat petunjuk, Allah akan tambahkan lagi petunjuk-Nya,” tutup Ustadz Amiril.  

Baca juga: Wali Allah Versi Muhammadiyah: Bukan Soal Karomah Lahiriah!, Muhammadiyah Jateng

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: