Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Saat Jalan Terasa Sempit, Ketahuilah di Balik Ujian Takdir dan Pertolongan Allah

1 November 2026, 20:55 WIB • 3 menit baca
Penceramah Drs. H. Nurbini, M.S.I. berpeci hitam dan berkemeja batik cokelat duduk di kursi ukir kayu memegang mikrofon di depan laptop di atas meja berlaplak hijau logo Muhammadiyah, berlatar belakang spanduk "Baiti Jannati Pengajian Rutin Ahad Pagi".
Suasana Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Baitul Jannati Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Semarang Barat di Masjid Al Muhajirin Karangayu, Semarang, Ahad (1/11/2026). Wakil Ketua PDM Kota Semarang Drs. H. Nurbini, M.S.I. menyampaikan tausiah mengenai pentingnya ikhtiar optimal, pemahaman takdir, serta 6 langkah praktis menenangkan jiwa dalam meyakini hadirnya pertolongan Allah SWT di balik setiap ujian kehidupan.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Tekanan hidup, rasa cemas menghadapi masa depan, hingga rentetan musibah sering kali membuat manusia merasa lelah. Padahal, setiap kesulitan yang hadir di bumi tidak pernah lepas dari skenario agung penciptaan dan batas kemampuan hamba-Nya.

Kesadaran spiritual inilah yang mengemuka dalam kegiatan Kajian Ahad Pagi di Masjid Al Muhajirin Karangayu, Semarang Barat, Ahad (01/11/2026). Forum pencerahan rohani yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Baitul Jannati Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Semarang Barat ini menghadirkan narasumber utama Drs. H. Nurbini, M.S.I.

Ulama yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang sekaligus dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo tersebut mengupas tuntas cara pandang umat Islam dalam merespons takdir dan ujian kehidupan.

Di hadapan ratusan jemaah, Nurbini menegaskan bahwa takdir Allah SWT terbagi secara seimbang dengan tanggung jawab ikhtiar manusia. Iman kepada qada dan qadar bukan alasan untuk bersikap pasif, melainkan dorongan moral untuk terus berusaha dan memperbaiki diri.

“Takdir bukan alasan untuk bersikap pasif atau mengabaikan usaha. Manusia tetap wajib berikhtiar secara optimal serta bertobat ketika melakukan kekeliruan,” ujar Nurbini di hadapan jemaah yang memenuhi ruang utama masjid.

Meluruskan Mitos Keliru Seputar Ujian Hidup

Selanjutnya, dosen FDK UIN Walisongo itu membedah berbagai kesalahpahaman yang kerap melanda masyarakat ketika menghadapi musibah. Sebagian orang sering kali langsung memvonis bahwa ujian berat adalah bentuk kebencian Tuhan kepada hamba-Nya.

Padahal, Al-Qur’an dan sunnah mengajarkan bahwa musibah memiliki banyak wajah. Bisa jadi ujian tersebut berfungsi menampakkan keteguhan iman, menjadi pengingat diri, atau bahkan sarana peningkat derajat di sisi Allah SWT.

Ia juga meluruskan mitos bahwa sikap tawakal berarti berdiam diri tanpa melibatkan ikhtiar medis atau sosial. Menurutnya, meminta pertolongan pada ahli dan menyusun rencana aksi nyata adalah bagian utuh dari ikhtiar yang sah secara syar’i.

“Sabar tidak pernah berarti pasrah pada kezaliman. Sabar harus berjalan seiring dengan upaya menegakkan keadilan dan mencari solusi terbaik,” tegas Wakil Ketua PDM Kota Semarang tersebut.

Enam Langkah Praktis Menenangkan Jiwa Saat Masalah Datang

Sebagai panduan aplikatif bagi jemaah, Nurbini membagikan enam langkah praktis dalam menghadapi tekanan hidup. Langkah pertama menuntut seseorang untuk menenangkan diri dan menunda keputusan besar saat emosi sedang meluap.

Langkah berikutnya mencakup kemampuan memilah fakta dan dugaan, memperkuat ibadah ritual seperti salat khusyuk dan zikir, serta menyusun rencana ikhtiar yang realistis hari ini. Jemaah juga didorong mencari dukungan sosial yang tepat serta menyerahkan hasil akhir kepada ketetapan Allah SWT.

Penyelenggaraan Kajian Ahad Pagi di Masjid Al Muhajirin Karangayu ini berlangsung hangat dan interaktif. Melalui pencerahan yang disampaikan oleh Drs. H. Nurbini, M.S.I., warga ‘Aisyiyah dan jemaah yang hadir dibekali ketenangan batin serta harapan baru bahwa di balik setiap kesempitan jalan, pertolongan Allah SWT selalu dekat bagi hamba yang sabar.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: