Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Satu Data SatuMu: Masa Depan Transformasi Digital Muhammadiyah di Semarang

4 Januari 2026, 16:55 WIB 3 menit baca
Suasana Bimbingan Teknis SIM SatuMu di Edutorium UMS, menampilkan pimpinan di meja depan dengan latar belakang spanduk biru besar bertuliskan Bimbingan Teknis SIM SatuMu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.
Sinergi untuk kedaulatan data: Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) SIM SatuMu yang dihadiri oleh delegasi PDM Kota Semarang di Edutorium UMS Surakarta, Ahad (4/1/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat migrasi data anggota melalui platform SatuMu.

SURAKARTA, muhammadiyahsemarangkota.org – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang kini memasuki babak baru dalam mengelola sistem keanggotaan. Melalui sinergi antara Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) serta berbagai lembaga terkait, mereka mempercepat migrasi data melalui platform SatuMu. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata komitmen transformasi digital Muhammadiyah di Ibu Kota Jawa Tengah.

Dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) SatuMu di Edutorium UMS Surakarta, Ahad (4/1/2026), delegasi Semarang hadir dengan formasi lengkap. Selain Sekretaris PDM Kota Semarang, H. Suparno, S.Ag., M.S.I., turut serta pula Andree Wijaya (Kepala Kantor PDM) , Yaskur Hisyam (Sekretaris MPI), dan Widodo (perwakilan LPCR). Mereka fokus mengawal integrasi sistem demi mewujudkan kedaulatan data organisasi yang lebih modern.

Membangun Kedaulatan Data yang Kuat

Ketua MPI Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menegaskan bahwa penguasaan teknologi adalah kebutuhan wajib. Beliau menyampaikan pesan penting mengenai peran vital unit organisasi di tingkat daerah.

“Transformasi digital Muhammadiyah bukan lagi sekadar pilihan atau gaya hidup organisasi, melainkan sebuah kebutuhan eksistensial. Melalui SatuMu, kita sedang membangun kedaulatan data Muhammadiyah. Dalam hal ini, Sekretariat PDM, MPI, dan LPCR adalah garda terdepan kita. MPI bertindak sebagai arsitek informasinya dan LPCR menjadi mesin penggerak di akar rumput,” tegas Prof. Muchlas.

Selain itu, ia menambahkan bahwa sinergi ketiga unsur tersebut akan membuat database yang akurat menjadi kenyataan. “Kita harus berlari cepat. Kita perlu memastikan setiap anggota terkoneksi secara digital. Sebab, data yang presisi adalah modal utama dakwah Islam,” lanjutnya.

Memastikan Alur Integrasi yang Tepat

Selaras dengan hal tersebut, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Drs. H. Wahyudi, M.Pd., mengingatkan agar aplikasi SatuMu tidak hanya menjadi pajangan. Ia mendorong para pimpinan daerah untuk memahami alur teknis secara tuntas.

“SatuMu tidak boleh berhenti hanya sebagai aplikasi di ponsel. Itulah mengapa kita kumpulkan seluruh pimpinan daerah di Bimtek ini. Kami ingin memastikan alurnya jelas bagi rekan-rekan PDM,” ujar Wahyudi.

Ia juga menekankan pentingnya validitas data bagi delegasi Semarang. “PDM Kota Semarang harus pulang dengan pemahaman yang sama. Kita perlu mengintegrasikan data dari ranting ke pusat dengan tepat. Jika alurnya sudah jelas, maka proses pelayanan E-KTAM akan berjalan lancar, cepat, dan minim kesalahan.”

Kolaborasi Lintas Generasi sebagai Solusi

Meskipun optimis, Sekretaris PDM Kota Semarang, H. Suparno, mengakui adanya tantangan dalam transformasi digital Muhammadiyah. Ia menyoroti masalah infrastruktur hingga adaptasi sumber daya manusia senior.

“Bimtek SIM SatuMu ini adalah langkah yang sangat penting. Kita perlu memastikan kesiapan SDM dalam memanfaatkan teknologi informasi agar tujuan organisasi tercapai secara efektif di era digital,” kata Suparno.

Namun, ia juga mencatat adanya kendala seperti kesenjangan akses teknologi dan potensi hoaks di dunia maya. Oleh karena itu, ia menawarkan solusi strategis dengan melibatkan kaum muda. “Kita harus memaksimalkan peran generasi muda Muhammadiyah. Sistem ini adalah pilihan Muhammadiyah sebagai organisasi modern. Jadi, program ini harus tetap berjalan sambil kita membenahi kekurangannya,” pungkasnya.

Kontributor: Yaskur Hisyam
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: