Seni Diplomasi Rektor Unimus Bawa Kampus ke Panggung Dunia
BEIJING, muhammadiyahsemarangkota.org– Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) terus memperkuat positioning global sebagai perguruan tinggi yang progresif, adaptif, dan berdaya saing internasional. Upaya melambungkan branding Unimus ke tingkat dunia ini dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Masrukhi, dengan didampingi Direktur Rumah Sakit Unimus, dr. M. Riza Setyawan, MOSH, FISQua, dalam kunjungan kerja ke Beijing, China, pertengahan Desember ini.
Muhammad Yusuf, PhD, selaku Wakil Rektor IV yang bertanggung jawab di bidang kerja sama, internasionalisasi, dan pengembangan universitas, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kepemimpinan visioner Rektor. Menurutnya, Prof. Masrukhi secara konsisten menerjemahkan peluang jejaring internasional menjadi kerja sama konkret, prestasi, dan pengakuan global.
Salah satu langkah strategis yang telah terlaksana adalah penyelenggaraan 1st ICD4SS: International Conference on Data Science for Food Sustainability pada 3-4 Oktober 2025 lalu. Kegiatan ini memperoleh dukungan pendanaan dari Erasmus Plus Uni Eropa, sebuah capaian prestisius yang menegaskan kepercayaan lembaga internasional terhadap kapasitas Unimus.
Seni Komunikasi Internasional Prof. Masrukhi
Muhammad Yusuf memberikan apresiasi khusus terhadap kepiawaian Prof. Masrukhi dalam diplomasi akademik. Ia menegaskan bahwa diplomasi tersebut bukan semata soal dokumen kerja sama, melainkan tentang kemampuan membangun kepercayaan, kesetaraan, dan visi bersama lintas budaya dan bangsa.
“Nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan kemuhammadiyahan disampaikan bukan sebagai batas, melainkan sebagai kekuatan moral dan etika global yang relevan di berbagai forum internasional,” ujar Yusuf saat menjelaskan gaya komunikasi Rektor dalam laporannya langsung dari Beijing, Senin (15/12).
Yusuf menambahkan bahwa Prof. Masrukhi memiliki kemampuan menyatukan bahasa akademik dan bahasa implementasinya. Rektor tidak hanya berbicara tentang capaian institusi atau target pemeringkatan, tetapi juga tentang dampak sosial, keberlanjutan, dan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi dunia. Hal inilah yang dinilai membuat mitra internasional melihat Unimus sebagai partner strategis dalam membangun masa depan bersama.
Konektivitas Medis Global dan Prestasi Institusi
Kehadiran Direktur RS Unimus, dr. M. Riza Setyawan, dalam delegasi ini juga memperkuat persiapan Unimus sebagai tuan rumah The 10th Annual Meeting of the Asian Society of Cryosurgery (ASC) pada Oktober 2026. Forum ilmiah yang didukung oleh International Society of Cryosurgery (ISC) ini diproyeksikan menjadi katalis percepatan pengembangan Rumah Sakit Unimus sebagai rumah sakit pendidikan yang terhubung dengan jejaring medis global.
Hingga saat ini, di bawah bidang kerja sama dan internasionalisasi yang dipimpin Yusuf, Unimus telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 200 perguruan tinggi di 25 negara. Pencapaian ini dibuktikan dengan lebih dari 300 publikasi internasional terindeks Scopus serta prestasi mahasiswa di ajang bergengsi seperti World University Debating Championship (WUDC) dan International Mathematical Olympiad (IMO).
“Seni Prof. Masrukhi dalam menjalin komunikasi internasional adalah seni menjembatani lokalitas dan globalitas. Ia membuktikan bahwa universitas berbasis nilai dapat berdialog secara setara dengan dunia, tanpa kehilangan identitasnya,” pungkas Yusuf.