Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Siasat Dakwah Milenial dalam Muhasabah Akhir Tahun AMM Semarang

31 Desember 2025, 16:42 WIB 2 menit baca
Siasat Dakwah Milenial dalam Muhasabah Akhir Tahun AMM Semarang
Screenshot

SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Semarang mengubah wajah dakwah menjadi lebih inklusif melalui agenda Muhasabah Akhir Tahun. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah pada Selasa (30/12/25), ini menyoroti pentingnya bekal ilmu sebelum pemuda terjun ke akar rumput.

Mengusung tema “Beyond Borders”, para aktivis muda ini menjadikan Muhasabah Akhir Tahun sebagai titik balik untuk menatap tahun 2026 dengan strategi yang lebih matang. Forum ini berfungsi sebagai laboratorium ide yang menentukan arah gerak kolaborasi AMM ke depan.

Menyusun Strategi Dakwah yang Luwes

Rosyid Ridlo, salah satu tokoh muda yang hadir, memberikan catatan penting mengenai kesiapan pemuda dalam berdakwah. Ia mengingatkan para kader agar meninggalkan gaya komunikasi yang kaku.

Dalam sesi Muhasabah Akhir Tahun tersebut, Rosyid mendorong kader untuk memperkuat bekal sebelum membaur dengan warga. Ia meyakini bahwa kemampuan pemuda memotret karakter audiens menjadi kunci keberhasilan dakwah saat ini.

“Pemuda harus membawa bekal yang cukup. Mereka wajib menyesuaikan pendekatan dakwah dengan kondisi masyarakat yang mereka hadapi,” tegas Rosyid di tengah suasana Muhasabah Akhir Tahun.

Mendorong Diaspora Kader ke Pelosok Kampung

Sejalan dengan visi tersebut, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang, Suharno, memacu gerakan diaspora kader secara masif. Melalui momentum Muhasabah Akhir Tahun ini, ia meminta setiap pemuda Muhammadiyah berani mengambil peran sebagai pemimpin lokal.

Suharno tidak ingin kader hanya tampil di forum internal. Ia menuntut para pemuda menjadi pemecah masalah (problem solver) di lingkungannya sendiri. “Kami ingin masyarakat akar rumput merasakan langsung manfaat kehadiran AMM,” ungkapnya.

Menghargai Perjuangan ganda Perempuan

Diskusi Muhasabah Akhir Tahun semakin dalam saat membahas sisi humanis kader perempuan. Ketua Nasyiatul ‘Aisyiyah Kota Semarang, Prasasti Nugrahaning Gusti, memotret nyata tantangan perempuan masa kini.

Ia menjelaskan bahwa perempuan memikul beban ganda ketika memilih aktif di organisasi. Selain menyumbangkan pemikiran bagi umat, mereka tetap menjalankan tanggung jawab domestik yang besar.

“Perempuan menghadapi tantangan dua kali lipat. Kami menyelesaikan tanggung jawab mengurus anak dan keluarga sembari tetap beraktivitas di luar rumah,” jelas Prasasti di hadapan peserta Muhasabah Akhir Tahun.

Mengubah Refleksi Menjadi Aksi

AMM Kota Semarang mengakhiri rangkaian Muhasabah Akhir Tahun dengan membangun komitmen kolektif. Mereka sepakat memperkuat sinergi antar-elemen organisasi untuk menjawab tantangan zaman.

Pertemuan ini membuktikan bahwa dakwah bukan sekadar rangkaian kata, melainkan kerja nyata yang menyentuh hati. Semangat dari Muhasabah Akhir Tahun ini diharapkan membawa dampak signifikan bagi warga Semarang dan sekitarnya.

Baca juga : 350 Jamaah Saksikan Babak Baru PCPM Tembalang: Pemuda Muhammadiyah Dipanggil Jadi Garda Terdepan

Bagikan: