Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Merawat Indonesia dari Akar Rumput: Menakar Arah Baru Sinergi Muhammadiyah dan Kepolisian

28 Oktober 2026, 17:02 WIB • 2 menit baca
Buatlah 5 opsi caption wa broadcast yang menarik  perhatian,ringkas, easy to share dan berpotensi viral.
Potret kehangatan pertemuan antara pimpinan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Tampak Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengenakan seragam dinas didampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berbusana batik sedang memegang plakat penghargaan, mencerminkan komitmen kuat sinergi polri dan muhammadiyah dalam merawat kerukunan umat serta menjaga ketertiban masyarakat.

JAKARTA, muhammadiyahsemarangkota.org – Rumah besar bernama Indonesia tidak pernah kekurangan tantangan, tetapi ia selalu punya cara untuk meredam riak perpecahan. Di tengah dinamika zaman yang kerap menguji daya tahan kebangsaan, ikhtiar merawat harmoni membutuhkan ketulusan dan kerja bersama.

Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, menjadi saksi bisu pertemuan penting pada Rabu, 28 Oktober 2026. Jajaran Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia hadir bersilaturahim, disambut langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bersama sejumlah pimpinan teras lainnya, yakni Sekretaris Umum Abdul Mu’ti, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas dan Muhadjir Effendy, serta Sekretaris PP Muhammadiyah Izzul Muslimin. Momentum ini menegaskan pentingnya sinergi polri dan muhammadiyah sebagai jangkar kokoh penjaga stabilitas dan kedamaian sosial.

Merajut Damai dari Akar Rumput

Dilansir dari muhammadiyah.or.id, bagi warga persyarikatan, merawat ketenteraman publik merupakan bagian dari pengejawantahan dakwah mencerahkan semesta. Pertemuan hangat ini membuka ruang dialog terbuka mengenai komitmen moral dalam merawat keutuhan bangsa.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa semangat kebangsaan selalu menjadi titik temu antara negara dan ormas Islam.

“Kepolisian Republik Indonesia juga selalu ingin hadir menciptakan ketertiban masyarakat dan kesejahteraan. Dan di situlah juga Muhammadiyah selalu berkomitmen yang sama,” ujar Haedar.

Pernyataan tersebut memperkuat landasan moral bahwa ulama dan umara berjalan seiring demi kemaslahatan umat.

Pendekatan Kultural yang Membumi

Muhammadiyah senantiasa memandang bahwa kedamaian tidak cukup dijaga dengan instrumen hukum semata, melainkan lewat pendekatan budi pekerti dan keteladanan di tengah umat. Kesadaran inilah yang menyatukan visi kedua belah pihak untuk turun langsung menyapa denyut nadi masyarakat.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyambut baik komitmen tersebut dengan menegaskan nilai luhur yang menjadi landasan kolaborasi kedua institusi.

“Kami yakin dengan semangat yang sama, yaitu amar makruf nahi mungkar, bagaimana kita menebar kebaikan dan juga mencegah terjadi kejahatan. Inilah semangat yang digelorakan antara kami dan Muhammadiyah ini akan kami lanjutkan,” ungkap Suyudi.

Langkah taktis ini diyakini mampu memperkokoh fondasi kerukunan beragama di indonesia tanpa sekat kecurigaan.

Hikmah Kolaborasi untuk Kemaslahatan Umat

Kehadiran para tokoh agama dan polri dalam satu meja perundingan memberikan ketenangan batin bagi publik. Keduanya membuktikan bahwa masa depan bangsa tetap terjaga karena ada komitmen moral yang dirawat bersama dari surau hingga ruang-ruang publik demi menjaga ketertiban masyarakat secara berkelanjutan serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Ketika aparat penegak hukum merangkul para penggerak umat dengan ketulusan, terciptalah rasa aman yang sesungguhnya. Negara dan rakyat berjalan beriringan sebagai penjaga setia keutuhan ibu pertiwi.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: