Sambut Penantian 47 Tahun MTQ Nasional, SMK Muhammadiyah 2 Semarang Bumikan Al-Qur’an
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Penantian panjang masyarakat Jawa Tengah selama 47 tahun untuk kembali menjadi tuan rumah MTQ Nasional akhirnya terbayar tuntas. Gemuruh kemeriahan ajang spiritual terbesar ini menjangkau hingga ke ruang-ruang kelas di Kota Semarang.
Tak mau sebatas jadi penonton sejarah, SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Semarang menunjukkan dukungan nyata melalui aksi spiritual dan syiar kebudayaan. Ratusan siswa bersama guru dan karyawan membumikan ayat suci sejak Jumat (11/9/2026).
Suasana syahdu menyelimuti lingkungan sekolah saat sholat Dhuha berjamaah dan Khotmil Qur’an bergelora. Seluruh warga sekolah kemudian menyatukan suara melantunkan Mars MTQ dengan penuh kebanggaan.
Puncak sinergi warga sekolah memuncak pada Sabtu (12/9/2026). SMK Muda Semarang bergabung secara daring mendukung pemecahan rekor MURI menyanyikan Mars MTQ bersama seluruh komponen masyarakat Kota Semarang saat pembukaan acara.
Obat Rindu Penantian Panjang Jawa Tengah
Kepala SMK Muhammadiyah 2 Semarang, Asti Hanani, S.Si., menegaskan bahwa momentum ini menjadi oase penawar rindu yang sangat dinantikan masyarakat Jawa Tengah. Pihaknya berharap gelaran tingkat nasional ini berjalan mulus dan berkesan.
“Semoga pada MTQ kali ini Jawa Tengah mampu memberikan pelayanan yang maksimal dan pagelaran MTQ berjalan lancar, serta mampu melepaskan kerinduan masyarakat atas terselenggaranya MTQ,” ujar Asti Hanani saat dikonfirmasi via pesan singkat.
Meskipun tidak mengirimkan perwakilan siswa sebagai peserta lomba, antusiasme warga sekolah tak pernah surut. Dukungan moral dan doa terus mengalir agar Kota Semarang sukses menjadi tuan rumah yang ramah dan memikat.
Keterlibatan aktif sekolah kejuruan ini membuktikan bahwa semangat literasi Al-Qur’an dapat tumbuh subur di mana saja. Pendidikan vokasi dan nilai spiritualitas berpadu harmoni menyambut para qari terbaik se-Indonesia.
Menempa Generasi Penerus Berpedoman Al-Qur’an
Bagi pihak sekolah, momentum MTQ Nasional bukan sekadar perayaan selebrasi seremonial semata. Ajang ini menjadi media edukasi karakter yang sangat berharga bagi para anak didik.
Asti Hanani menaruh harapan besar agar semangat cinta Al-Qur’an terus melekat dalam dada para siswa. Pihaknya ingin melahirkan lulusan vokasi yang tak hanya terampil, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kokoh.
“Harapan kami agar generasi penerus menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang utama,” kata Asti Hanani menegaskan visi sekolahnya.
Melalui lantunan ayat suci dan gelora Mars MTQ, SMK Muda Semarang sukses memberi warna indah dalam pesta keagamaan ini. Sekolah ini terus berkomitmen mencetak generasi muda berkemajuan yang selalu dekat dengan petunjuk ilahi.