Spektakuler! Pra Acara Muhammadiyah-Aisyiyah Getarkan Lapangan.
GAYAMSARI, semarangkotasemarang.org.- Pagi yang cerah di Lapangan Taman Citra Satwa, (26/072025), menjadi saksi bisu akan kemeriahan pra acara Hari Ber-Muhammadiyah dan Ber-Aisyiyah yang begitu semarak. Sejak fajar menyingsing, seluruh elemen Muhammadiyah dan Aisyiyah, mulai dari tingkat PRM, PCM, PRA, PCA, hingga seluruh organisasi otonom (Ortom), telah berkumpul, siap memeriahkan hajatan akbar yang menjadi agenda tahunan ini. Suasana hangat dan penuh antusiasme begitu terasa, seolah menjadi penanda betapa kuatnya tali silaturahmi dalam keluarga besar persyarikatan.
Sebelum memasuki inti acara, panggung utama benar-benar dimeriahkan oleh serangkaian penampilan yang memukau, hasil buah tangan persiapan yang matang sejak jauh hari.
Kolaborasi Penampilan dari Generasi Penerus Muhammadiyah
Sebelum memasuki inti acara, panggung utama benar-benar dimeriahkan oleh serangkaian penampilan yang memukau, hasil buah tangan persiapan yang matang sejak jauh hari. Uda yayan selaku ketua panitia memaparkan bahwa sebuah kolaborasi apik yang melibatkan berbagai AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) dan AUA (Amal Usaha Aisyiyah), menunjukkan betapa kayanya bakat yang dimiliki oleh generasi penerus.
“Kolaborasi ini adalah wujud nyata dari pembinaan yang kami lakukan sejak dini, dan kami harap bisa memberikan inspirasi bagi semua yang hadir,” ujar Uda Yayan, Ketua Panitia.

Dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, para siswa TK ABA 26, 33, dan 34, serta RA Aisyiyah tampil menggemaskan dengan lagu daerah “Cublak-Cublak Suweng” dan melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan syahdu. Sebuah pemandangan yang tak hanya menghibur, tetapi juga mengharukan, mengingat usia mereka yang masih sangat belia namun sudah menunjukkan potensi luar biasa.
Tak kalah seru, SD Muhammadiyah 11 memamerkan kebolehan dalam penampilan drumband yang rancak, dengan irama yang memukau berhasil membuat kepala audiens ikut mengangguk menikmati setiap dentuman. Sementara itu, SD Muhammadiyah 17 tak mau ketinggalan, mereka mempersembahkan tarian khas Semarang yang elok dan mini drama yang menarik perhatian, menunjukkan kekayaan budaya lokal.
Memasuki jenjang yang lebih tinggi, siswa-siswi SMP Muhammadiyah 7 unjuk gigi dengan keterampilan semaphore dance yang memukau. Gerakan bendera yang serentak dan penuh makna, ditambah dengan formasi yang dinamis, menggambarkan kedisiplinan dan kekompakan yang terjalin dalam organisasi otonom IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) dan Hizbul Wathan (HW).
Semua pertunjukan ini dirancang dalam gaya drama kolosal yang terstruktur rapi, sukses menciptakan magnet perhatian dan meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pasang mata yang menyaksikannya.
Momen Spesial: Berkhidmat untuk Muhammadiyah
Salah satu momen yang paling dinanti dalam pra acara ini adalah persembahan sebuah lagu khusus. Bukan sekadar lagu biasa, melainkan sebuah karya berjudul “Berkhidmat di Muhammadiyah”, ciptaan Bapak Drs. H. Abdullah Muhajir.
Bapak Drs. H. Abdullah Muhajir, pencipta lagu “Berkhidmat di Muhammadiyah”, mengungkapkan bahwa karyanya tersebut bertujuan untuk memotivasi para kader dalam berkhidmat di Muhammadiyah. Beliau menjelaskan bahwa setelah mengabdi selama tiga periode, ia merasa penting untuk menanamkan rasa cinta, keistiqomahan, dan kebanggaan dalam menghadapi berbagai dinamika dakwah di Muhammadiyah.
“Setelah tiga periode berkhidmat di Muhammadiyah, saya ingin menyampaikan bahwa bermuhammadiyah itu harus ditanamkan rasa cinta, istiqomah, dan bangga dengan dinamika yang dihadapi ketika berdakwah di Muhammadiyah.” Ungkapnya saat di wawancarai.
Lantunan lagu ini akan dinyanyikan bersama-sama oleh seluruh peserta yang hadir, menciptakan paduan suara raksasa yang syahdu dan penuh makna. Ini bukan hanya tentang melodi, tetapi tentang janji setia untuk terus mengabdi dan berbakti kepada persyarikatan.
Kemeriahan pra acara ini bukan hanya sekadar serangkaian pertunjukan. Lebih dari itu, ia adalah cerminan dari semangat kebersamaan, dedikasi, dan regenerasi yang tak pernah padam dalam tubuh Muhammadiyah dan Aisyiyah. Melalui kolaborasi seni dan budaya yang ditampilkan oleh para peserta didik dari berbagai jenjang AUM, kita bisa melihat bagaimana nilai-nilai luhur organisasi ditanamkan sejak dini, membentuk karakter yang unggul dan berakhlak mulia.