Strategi Belajar Al Quran Lansia di Semarang: Khatam 4 Kali Setahun Lewat Metode 2T
SEMARANG UTARA, muhammadiyahsemarangkota.org – Puluhan lansia di kawasan Bandarharjo menunjukkan semangat luar biasa dalam memperbaiki ibadah mereka. Setiap Senin dan Rabu (Sebo), serambi Masjid At Taqwa dipenuhi jamaah berusia 50 hingga 60 tahun ke atas. Mereka antusias mengikuti program belajar Al Quran melalui metode Tadarus dan Tahsin atau yang populer dengan istilah 2T.
Kegiatan ini telah bertahan selama empat tahun dan menjadi salah satu kegiatan masjid Semarang yang paling inspiratif. Fokus utama program ini adalah memberikan pendampingan cara baca Al Quran lansia agar lebih tartil dan benar secara tajwid. Hal ini sangat penting karena banyak peserta yang baru mulai mendalami agama secara serius di usia senja.
Ketua Takmir Masjid At Taqwa Bandarharjo, Bambang Sutrisno, menegaskan bahwa masjid memiliki tanggung jawab melayani umat. “Kami memfasilitasi kebutuhan belajar mengaji orang tua agar mereka tidak merasa malu. Semua peserta belajar bersama-sama dari dasar dengan bimbingan ustaz profesional,” kata Bambang kepada muhammadiyahsemarangkota.org, Kamis (8/1).
Pencapaian Luar Biasa Lewat Tadarus Alquran
Dalam pelaksanaannya, pengajar membagi peserta ke dalam kelompok-kelompok kecil. Di bawah arahan Ustaz Moh Rifai Sutikno, Ustaz Slamet Haryono, dan Ustaz Ali Musafak, para lansia mempraktikkan Tadarus Al Quran secara rutin. Hasilnya sangat memuaskan, karena rata-rata peserta sanggup mengkhatamkan Alquran hingga empat kali dalam satu tahun.
Selain fokus pada ilmu, pihak takmir juga sangat memperhatikan kenyamanan jamaah. Pengurus masjid rutin menyediakan camilan dan minuman secara cuma-cuma. “Kami menggunakan dana kas masjid untuk operasional. Harapan kami, jamaah bisa tetap istikamah dan nyaman saat belajar Al Quran,” lanjut Bambang.
Memetik Keutamaan Membaca Al Quran
Aktivitas belajar mengaji orang tua ini ternyata membawa dampak positif yang luas. Selain mendapatkan pahala, para peserta merasakan keutamaan membaca Al Quran bagi kesehatan mental. Kegiatan rutin ini terbukti efektif mengurangi tingkat stres dan menjaga daya ingat para lansia agar tetap tajam.
Sebagai penutup, Bambang Sutrisno kembali mengundang warga sekitar untuk bergabung. Pihak takmir membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin memperbaiki bacaan kitab suci.
“Program Tadarus Al Quran ini gratis sepenuhnya. Kami tidak memungut biaya atau bisaroh sepeser pun dari jamaah,” pungkasnya.
Baca juga:
Mencari Husnul Khatimah di Tepian kota Semarang : Kisah Inspiratif Pesantren Lansia At-Taqwa