Strategi Digitalisasi: Rahasia UMKM Semarang Tembus Pasar E-Commerce
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Semarang kini punya cara baru untuk mendongkrak omzet penjualan mereka di awal tahun 2026. Buktinya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang menggandeng pakar digital dari ITESA Muhammadiyah untuk membekali para pengusaha lokal (11/02/2026).
Acara yang berlangsung seru di Aula PDM Kota Semarang ini berfokus pada digitalisasi produk agar mampu bersaing di pasar modern. Alhasil, setiap peserta kini memiliki panduan praktis untuk membawa produk rumahan mereka menuju platform e-commerce raksasa. Strategi ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha yang ingin memperluas jangkauan pasar tanpa batas wilayah.
Gaskeun ke ShopeeFood Lewat Transformasi Digital
Selanjutnya, Dosen ITESA Muhammadiyah Semarang, Alfin Muslikhun, membedah tuntas langkah teknis bergabung ke ekosistem digital. Pasalnya, transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan agar UMKM tetap bertahan di tengah kompetisi yang semakin ketat. Dosen ahli manajemen ini memberikan panduan eksklusif mulai dari cara pendaftaran hingga trik mengelola katalog produk di ShopeeFood.
Alfin menekankan bahwa tampilan produk yang menarik dan promosi yang tepat adalah kunci utama menarik minat pelanggan secara daring.
“Transformasi digital sangat penting bagi UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif saat ini,” tegas Alfin Muslikhun di hadapan peserta.
Dampaknya, para pelaku usaha kini lebih percaya diri untuk mengoptimalkan layanan digital guna melipatgandakan keuntungan. Ternyata, mendaftarkan produk di aplikasi pesan antar menjadi langkah paling efektif untuk menjangkau konsumen milenial yang serba praktis.
Amankan Produk dengan Sertifikasi Halal dan BPJS
Menariknya, sosialisasi ini tidak hanya bicara soal cara jualan, tetapi juga memperkuat aspek legalitas dan perlindungan usaha. Buktinya, PDM Kota Semarang mendorong setiap pelaku UMKM untuk segera mengurus sertifikasi halal sebagai jaminan kualitas bagi konsumen. Keberadaan sertifikat ini menjadi nilai tambah yang membuat pembeli merasa lebih aman dan nyaman saat mengonsumsi produk lokal.
Selain urusan produk, aspek kesejahteraan tenaga kerja juga menjadi perhatian utama melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Tujuannya, agar para pemilik usaha dan pekerjanya memiliki jaminan sosial yang memadai saat menjalankan operasional bisnis sehari-hari. Sejatinya, bisnis yang sehat adalah bisnis yang mampu melindungi aset terpentingnya, yaitu sumber daya manusia.
Siap Hadapi Tantangan Ekonomi Modern
Kemudian, antusiasme tinggi terlihat saat sesi diskusi berlangsung, di mana banyak peserta aktif menanyakan teknis optimasi katalog produk. Oleh karena itu, sinergi antara akademisi dan praktisi UMKM ini diharapkan melahirkan pengusaha yang melek teknologi dan patuh hukum. Pasalnya, jangkauan pasar yang luas harus didukung oleh manajemen usaha yang tertata rapi dan profesional.
Akhirnya, PDM Kota Semarang berharap UMKM binaannya mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh di masa depan. Sejauh ini, kolaborasi tersebut membuktikan bahwa produk lokal Muhammadiyah siap bersaing di kancah nasional dengan identitas halal yang kuat. Mari kita jadikan momentum digitalisasi ini sebagai lompatan besar untuk memajukan ekonomi umat yang berkeadaban.