Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Keringat di Balik Panggung, Rahasia Panitia Harbem Genuk Kelola Massa

15 April 2026, 14:53 WIB • 3 menit baca
Foto suasana pengajian akbar dari sudut pandang belakang jamaah yang didominasi oleh wanita mengenakan jilbab berwarna kuning mustard dan hijau. Para jamaah duduk rapi di bawah tenda putih besar yang menghadap ke arah panggung utama. Di atas panggung, seorang pria sedang berbicara di podium, didampingi oleh personel keamanan berseragam loreng yang berjaga di sisi kiri panggung. Latar belakang panggung menampilkan spanduk besar bertuliskan "PENGAJIAN AKBAR" dengan logo Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. Cahaya matahari yang cerah masuk dari sisi kanan tenda, menciptakan suasana acara luar ruangan yang tertib.
DAPUR PELAKSANA: Ribuan jamaah memadati Halaman Kecamatan Genuk dalam acara Hari Ber-Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, Ahad (12/4/2026). Kesuksesan manajemen massa ini tidak lepas dari tangan dingin Ketua Panitia, Muhammad Sokah, yang menerapkan strategi detail mulai dari sinergi keamanan lintas organisasi hingga pemanfaatan lahan warga secara humanis demi kenyamanan bersama.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Di balik kemeriahan penampilan seni dan ribuan massa, tersimpan kerja keras yang sangat teliti dalam “dapur pelaksana” Hari Ber-Muhammadiyah (Harbem) Genuk. Buktinya, kesuksesan acara pada Ahad (12/4/2026) ini merupakan hasil dari manajemen detail yang menyentuh hingga urusan kenyamanan rumah warga. Alhasil, strategi sukses acara ini membuktikan bahwa persiapan yang matang menjadi kunci utama sebuah perhelatan besar.

Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Sokah, menekankan bahwa membangun kerja sama tim yang solid adalah langkah awal yang paling krusial. Pasalnya, setiap seksi mulai dari perlengkapan hingga keamanan dibekali dengan deskripsi kerja yang sangat mendalam dan terukur. Dampaknya, setiap personel di lapangan memahami tugasnya bukan sekadar sebagai kewajiban, melainkan bentuk pengabdian yang nyata.

Sinergi Lintas Batas: Muhammadiyah, NU, dan Banser

Selanjutnya, Muhammad Sokah membangun jaringan komunikasi yang luas hingga melibatkan berbagai unsur masyarakat dan organisasi lain. Buktinya, personel Banser NU turut diterjunkan untuk menjaga ketenangan dan membantu kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi. Dampaknya, strategi sukses acara ini memperlihatkan nilai ukhuwah yang sangat sejuk dan harmonis di mata masyarakat luas.

Muhammad Sokah bahkan melakukan rapat lintas sektoral dengan mengundang Camat, Lurah, hingga Kapolsek demi keselarasan langkah.

“Kami berizin menggunakan lokasi halaman MWC NU dan dibantu personel Banser agar semuanya memberikan support,” ujar Muhammad Sokah menjelaskan sinergi tersebut.

Ternyata, perhatian Muhammad Sokah terhadap hal-hal kecil seperti akses jalan masuk ke rumah warga sangatlah tinggi. Dampaknya, petugas keamanan tidak hanya diam, melainkan aktif memastikan tidak ada kendaraan tamu yang menghalangi gerbang rumah orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi dakwah sosial tetap mengedepankan etika dan penghormatan terhadap hak-hak warga sekitar.

Detail Tanpa Celah: Dari Sampah Hingga UMKM

Kemudian, standar kebersihan yang diterapkan Muhammad Sokah sangat ketat guna memastikan tidak ada sampah yang tertinggal sedikit pun. Buktinya, pembersihan dilakukan sejak sebelum panggung dipasang hingga proses acara berlangsung secara terus-menerus. Alhasil, lokasi Halaman Kecamatan Genuk kembali dalam keadaan bersih sempurna setelah ribuan massa meninggalkan tempat tersebut.

Urusan ekonomi rakyat pun dikelola secara humanis dengan menggandeng RT dan RW setempat demi menata UMKM.

“Solusinya saya kerja sama dengan pihak RT untuk menyediakan lahan di depan rumah warga agar pedagang tetap bisa jualan,” tutur Muhammad Sokah dengan nada bangga.

Harbem Genuk 2026 bukan sebatas acara seremonial, melainkan wujud nyata dari pengamalan nilai-nilai dakwah. Sejatinya, keberhasilan kolaborasi dakwah sosial ini menjadi contoh bagaimana sebuah organisasi besar bisa bergerak seirama dengan lingkungan sekitarnya.

Baca Juga :

Potret Sejuk Ukhuwah Muhammadiyah Nahdliyin: Banser NU Amankan Hari Ber-Muhammadiyah Semarang

Berebut Rumah di Surga, Lelang Masjid Muhammadiyah Semarang Tembus Rp205 Juta dalam Sekejap

Kontributor: Rizqi Aulia
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: