Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Terungkap! Makna Simbolis Shalat, Rahasia Shalat yang Mampu Ubah Karakter

18 Desember 2025, 05:23 WIB • 3 menit baca
Pengukuhan Doktor Muhtar Arifin Sholeh
Muhammad Muhtar Arifin Sholeh memaparkan hasil disertasi soal Makna Simbolis Shalat pada Sidang Terbuka Doktor di UMS.

SURAKARTA, muhammadiyahsemarangkota.org – Mengapa banyak orang rajin menunaikan ibadah namun perilakunya belum mencerminkan nilai-nilai Islam? Rahasia besar di balik kekuatan transformasi shalat akhirnya terungkap dalam riset doktoral terbaru yang mempertahankan makna simbolis shalat sebagai kunci utama pembentukan karakter islami.

Temuan ini dipaparkan oleh Muhammad Muhtar Arifin Sholeh dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (17/12). Muhtar, yang dikenal luas oleh warga Muhammadiyah Semarang sebagai penceramah di berbagai Masjid, Cabang (PCM), dan Ranting (PRM) di Kota Semarang, berhasil membedah secara ilmiah mengapa gerakan shalat sering kali berhenti sebagai ritual fisik semata.

Makna Simbolis Shalat

Dalam disertasinya, Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang ini menekankan bahwa shalat memiliki “bahasa simbol” yang sangat kuat. Jika simbol ini tidak diterjemahkan ke dalam kesadaran, maka ibadah tersebut tidak akan berdampak pada ketaqwaan dan perilaku sosial.

“Rumusan masalah yang ada di dalam disertasi saya adalah yang pertama, bagaimana hubungan korelatif antara simbolisme shalat dan ekspresi takwa. Yang kedua, bagaimana hubungan korelatif antara simbolisme shalat dan pendidikan akan Islam. Yang ketiga, bagaimana hubungan korelatif antara pendidikan agama islam dengan ekspresi ketakwaan,” jelas Muhtar mengutip naskah disertasinya.

Ia menekankan bahwa rahasia shalat yang mampu ubah karakter terletak pada pemahaman rukun dan bacaan sebagai simbol kehidupan. “Simbol-simbol shalat itu diturunkan ditutupkan Mulai dari syarat shalat Kemudian ada rukun-rukun shalat yang termasuk dalam bacaan-bacaan dan gerakan-gerakan shalat yang ada dalam shalat jamaah, menggunakan simbol di dalamnya,” tuturnya.

Inspirasi untuk Pendidikan Agama Islam

Bagi warga Muhammadiyah Semarang, riset makna simbolis shalat ini menjadi oase di tengah tantangan dekadensi moral. Hasil riset menunjukkan bahwa pengajaran ibadah tidak boleh berhenti pada aspek fiqih sah atau batal saja.

“Simbolisme shalat dan PAI tu juga berhubungan positif signifikan. Artinya, pemahaman terhadap simbolisme shalat, pemahaman tentang sholat memperkaya proses pembelajaran PAI,” tegas Dekan FAI Unissula tersebut.

Promotor riset, Prof. Dr. Waston, M.Hum., memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian akademik ini. Ia menyebut bahwa keberhasilan ini mencerminkan integritas narasumber sebagai akademisi sekaligus praktisi dakwah.

“Perjalanan menembus studi doktor bukanlah perjalanan singkat dan ringan. Ia menuntut ketajaman berpikir, keteguhan hati, dan kesabaran yang panjang. Karena itu, keberhasilan hari ini tidak hanya mencerminkan kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan pribadi dan spiritual empiris,” ungkap Prof. Waston.

Melalui temuan riset makna simbolis shalat ini, diharapkan integrasi antara pemahaman simbolisme dan nilai-nilai shalat dapat diterapkan secara luas di lingkungan pendidikan dan pengajian, sehingga ketakwaan tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi benar-benar mengubah karakter umat secara nyata.

Kontributor: Roselia (Humas UMS)
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: