Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Tingkatkan Daya Saing, Lembaga Pengembangan UMKM Siapkan Pelatihan Intensif

7 Agustus 2025, 17:06 WIB • 2 menit baca
Tingkatkan Daya Saing, Lembaga Pengembangan UMKM  Siapkan Pelatihan Intensif

MIJEN, muhammadiyahkotasemarang.org- Kabar baik bagi para pelaku bisnis UMKM persyarikatan di Kota Semarang. Bisnis mereka akan didata dan dilatih secara intensif oleh Lembaga Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang mulai September hingga Oktober 2025 mendatang.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya strategis lembaga pengembangan UMKM untuk memperkuat fondasi ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing UMKM di wilayah tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Pengembangan UMKM PDM Kota Semarang, Drs. Fajar Arifin, MM, di sela-sela mendampingi kegiatan pelatihan Urban Farming Masjid At Taqwa Ngaliyan< Wates, di Wedangan Seta[ak, Polaman, Mijen, beberapa waktu lalu.

Arifin menegaskan bahwa pendampingan terhadap UMKM memiliki peran krusial tidak hanya untuk kemajuan umat, tetapi juga sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.

“Setelah melakukan rapat koordinasi untuk menyelaraskan konsep pembinaan dan meningkatkan manajemen di tingkat Pimpinan Cabang se-Kota Semarang, kami akan melakukan pendataan pada September atau Oktober,” ujar Fajar Arifin.

Pelatihan Softskill dan Hardskill UMKM

Ia menyatakan bahwa setelah pendataan selesai, pihaknya akan segera menggelar pelatihan untuk mengasah kemampuan teknis (hardskill) dan manajerial (softskill) para pelaku UMKM.

“Setelah data terkumpul, kami akan menggelar pelatihan untuk meningkatkan kemampuan softskill dan hardskill para pelaku UMKM.” tambahnya.

Program ini mencakup pembinaan terstruktur yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen, inovasi produk, hingga strategi pemasaran digital para pelaku UMKM.

Langkah ini diambil sejalan dengan pentingnya peran UMKM dalam perekonomian nasional, yang menurut data, berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sebagian besar tenaga kerja.

Fajar berharap, dengan program pendampingan yang terarah ini, pelaku UMKM persyarikatan di Semarang bisa lebih berdaya saing dan menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.

Kontributor: Riki Apri
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: