Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Tips Lansia Bahagia : Cara Mandiri Tanpa Merepotkan Keluarga Tercinta

16 September 2026, 15:56 WIB 2 menit baca
Suasana peluncuran dan orientasi Sekolah Lansia Harmoni yang diselenggarakan oleh PCM dan PCA Tembalang 1 di Semarang.
Narasumber menyampaikan materi dalam kegiatan orientasi usai peluncuran Sekolah Lansia Harmoni di Gedung Dakwah Muhammadiyah dan ’Aisyiyah Tembalang 1.

TEMBALANG, muhammadiyahsemarangkota.org Mewujudkan kemandirian di usia senja kini menjadi bagian penting dari tips lansia bahagia yang diidamkan setiap keluarga. Langkah konkret tersebut terlihat saat puluhan warga lanjut usia antusias menimba ilmu baru tanpa rasa minder.

Semangat kebersamaan ini terekam dalam orientasi sekolah lansia harmoni pada Rabu (16/9/2026) di Gedung Dakwah Muhammadiyah dan ’Aisyiyah Tembalang 1, Kota Semarang. Kegiatan kolaboratif PCM dan PCA Tembalang 1 ini berlangsung langsung setelah peluncuran program resmi terlaksana.

Saat mengisi materi orientasi, Dosen Agribisnis Unimus, Wahyu Imam Santoso, S.TP., M.P., mengajak peserta memandang masa tua secara optimis. Ia memosisikan para peserta sebagai figur panutan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Bapak dan Ibu bukan sekadar peserta sebuah kegiatan. Bapak dan Ibu adalah Santri Senior HARMONI, orang-orang yang memiliki perjalanan hidup, pengalaman, pengetahuan, dan keteladanan yang sangat berharga,” ungkap Wahyu

Mengubah Paradigma Merawat Orang Tua Lansia

Wahyu menerangkan bahwa proses belajar di usia lanjut bukan demi selembar ijazah atau mengejar ranking prestasi. Pembelajaran nonformal ini hadir untuk membantu anak dan cucu dalam merawat orang tua lansia secara lebih terarah dan penuh kasih sayang.

“Kita tidak lagi belajar untuk mengejar ijazah. Kita belajar untuk menjaga kualiti kehidupan, agar ibadah semakin baik, menjaga kesihatan, menghadapi perubahan, menjaga hubungan dengan anak, menantu, cucu, tetangga, dan masyarakat,” tutur Wahyu di hadapan para santri senior.

Menjaga Kualitas Hidup Lewat Buku Pintar Lansia

Dalam paparannya, narasumber memperkenalkan rancangan instrumen panduan bernama Buku Pintar Lansia HARMONI. Media catatan tersebut ia jelaskan memuat rekam obat rutin, jadwal ibadah harian, panduan menu sehat, hingga evaluasi keselamatan rumah.

Melalui pemaparan konsep tersebut, keluarga diharapkan dapat membersamai keseharian orang tua secara praktis dan teratur. Gagasan ini menjadi salah satu pilar penguat demi mewujudkan keluarga harmonis lansia yang mandiri dan rukun.

Menjalani Usia Senja dengan Hati Gembira

Selama 24 minggu dengan 48 kali pertemuan, program pembinaan ini dirancang ramah lansia tanpa beban ujian akademik. Wahyu pun menyuntikkan energi positif agar peserta selalu menghargai potensi diri dan menepis keluhan fisik.

“Jangan pernah mengatakan: ‘Saya sudah tua.’ Ubahlah menjadi: ‘Saya sudah banyak pengalaman.’ Jangan mengatakan: ‘Saya sudah tidak boleh belajar.’ Tetapi: ‘Saya belajar dengan cara yang berbeda,’” pesan Wahyu secara lugas.

Pada akhirnya, umur panjang merupakan amanah berharga untuk terus beribadah dan menebar manfaat nyata. Kehadiran ruang belajar ini membuktikan bahwa penerapan tips lansia bahagia mampu menghadirkan ketenangan jiwa di masa senja.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: