Tips Sedekah Ramadan: Pelajaran Berharga dari Tarhib Ramadhan di Candisari
CANDISARI, muhammadiyahsemarangkota.org – Kerinduan akan suasana suci mulai terasa di Semarang. Warga tumpah ruah mengikuti jalan sehat sebagai simbol kesiapan raga dalam menyambut bulan Ramadan tahun ini. Sekitar 500 peserta memadati area Masjid Raya Candi Lama sejak pagi hari dengan penuh semangat.
Kegiatan gagasan PCM Candisari 1 ini menggabungkan olahraga fisik dan penguatan mental. Melalui Jalan Sehat Muhammadiyah, panitia mengajak warga untuk memastikan tubuh tetap bugar sebelum menjalankan ibadah puasa.
Keseimbangan antara kesehatan raga dan ketenangan jiwa menjadi fokus utama dalam acara tersebut. Setelah berkeringat bersama, warga berkumpul di ruang utama masjid untuk menyimak siraman rohani yang menggugah nurani.
Bahaya Menumpuk Harta Menurut Tafsir Surah At-Takatsur
Suasana semakin khidmat saat KH Dr. Fachrur Rozi, M.Ag. selaku ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, mulai mengupas tuntas Tafsir Surah At-Takatsur. Ia memberikan peringatan keras mengenai bahaya sifat bermegah-megahan yang sering membuat manusia lupa diri.
“Lantas, untuk apa harta ditumpuk jika tidak disalurkan di jalan Allah?” tanya KH Fachrur Rozi dengan nada tegas. Pertanyaan ini menjadi refleksi mendalam bagi jamaah dalam persiapan menyambut bulan Ramadan.
Ia menekankan bahwa harta yang manusia kumpulkan secara berlebihan tidak akan menyertai mereka ke liang lahat. Sebaliknya, hanya amal jariyah dan kedermawanan yang akan menjadi pembela sejati di akhirat kelak.
Oleh karena itu, momen Tarhib Ramadhan Semarang ini menjadi titik balik untuk mengubah pola pikir tentang kepemilikan. Ia membagikan berbagai tips sedekah bulan puasa agar umat Islam lebih gemar berbagi kepada sesama.
Ramadan Sebagai Momentum Melatih Kedermawanan
Salah satu tips utamanya adalah menanamkan komitmen untuk memberi setiap hari, meskipun dalam jumlah kecil. Ramadan harus menjadi sekolah bagi umat untuk melepaskan keterikatan pada harta duniawi secara perlahan.
“Ramadan adalah bulan di mana tangan kita harus lebih sering berada di atas,” ungkap KH Fachrur Rozi. Ia mengajak warga meneladani kedermawanan Rasulullah SAW yang meningkat berkali-kali lipat saat bulan suci tiba.
Panitia berharap kegiatan ini mampu menciptakan pribadi muslim yang lebih peduli. Dengan kondisi iman yang kuat, warga siap menjadikan setiap detik di bulan suci sebagai ladang pahala yang produktif.
Antusiasme warga yang bertahan hingga akhir acara menunjukkan harapan besar mereka terhadap keberkahan tahun ini. Pembagian doorprize dan doa bersama menjadi penutup manis yang mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Mari kita jadikan aktivitas menyambut bulan Ramadan ini sebagai awal dari perubahan besar. Semoga jejak kebaikan yang kita tanam di Candisari menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus konsisten berbagi.
Baca juga :
Jelang Ramadhan, Pahami Hukum Nisfu Syaban Menurut Tarjih Muhammadiyah
Dari Sekolah Tabligh ke Mimbar: Persiapan Ramadhan 2026 ala Kader Muhammadiyah Semarang
Hati-hati Cuma Dapat Lapar! Bongkar Rahasia Penentu Kualitas Ramadhan