Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Gelora Milad Ke-61, KOKAM Muhammadiyah Siap Hadapi Krisis Zaman

11 Oktober 2026, 09:00 WIB • 3 menit baca
Suasana talkshow Refleksi Milad KOKAM Singosari ke-61 dengan para narasumber duduk di depan spanduk acara KOKAM Muhammadiyah di Semarang.
Para narasumber dan jajaran pimpinan saat menyampaikan materi dalam Talkshow Refleksi Milad KOKAM Singosari Ke-61 di Kota Semarang.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (KOKAM) Muhammadiyah kini mengukuhkan transformasi besar di era digital, beralih dari sekadar penjaga keamanan fisik menjadi garda terdepan kemanusiaan yang tangguh.

Agenda penting ini terangkum dalam Talkshow Refleksi Milad KOKAM Singosari Ke-61. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026, bertempat di Lantai 5 Masjid At-Taqwa PDM Kota Semarang, Wonodri.

Suasana hangat dan penuh keakraban tampak menyelimuti ruang pertemuan sejak pukul 20.00 hingga 22.45 WIB. Sebanyak kurang lebih lima puluh peserta memadati lokasi demi mengikuti jalannya acara secara khidmat.

Transformasi Peran KOKAM Modern di Era Digital

Tiga narasumber kunci hadir membedah arah gerak organisasi dalam talkshow interaktif tersebut. Ndan Muzazin dari KOKAM Jawa Tengah memaparkan rekam jejak historis yang membentuk wajah baru laskar berseragam ini.
Ia menegaskan bahwa peran organisasi kini jauh melampaui fungsi pengamanan konvensional.

“Keberadaan KOKAM tidak sekadar penjaga keamanan fisik, melainkan benteng pertahanan ideologi Muhammadiyah dan perekat persatuan nasional,” ujar Ndan Muzazin.

Perubahan zaman menuntut adaptasi cepat dari setiap personel di lapangan. Ia menambahkan, “KOKAM dituntut harus terus bertransformasi menjadi pasukan yang sigap, tanggap bencana, humanis, serta tangguh di tengah dinamika zaman.”

Menjaga Soliditas dan Kemandirian Kader

Soliditas internal menjadi kunci utama dalam merawat eksistensi organisasi di tengah masyarakat. Suharno selaku Ketua PDPM Kota Semarang memberikan apresiasi tinggi atas loyalitas seluruh anggota KOKAM.

Ia mengajak seluruh kader Pemuda Muhammadiyah untuk terus menjaga kebersamaan. Langkah ini penting guna mengawal setiap agenda persyarikatan secara konsisten.

Selain itu, aspek finansial dan manajerial turut menjadi sorotan dalam diskusi malam itu. Pujiyanto selaku bendahara daerah menyampaikan pandangannya terkait masa depan program organisasi.

Ia menyatakan, “Tata kelola dan keberlanjutan program kemandirian kader sangat penting agar setiap aksi pengabdian KOKAM berjalan optimal dan berdampak luas bagi masyarakat.”

Orasi Membara Komandan KOKAM Kota Semarang

Atmosfer ruangan semakin bergelora tatkala pimpinan pasukan mengambil alih panggung menjelang akhir acara. Komandan KOKAM Kota Semarang, Ndan Yuliansyah Masyhar, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya.

Ia membakar semangat pasukan melalui orasi yang penuh wibawa dan ketegasan. “Ketangguhan KOKAM tidak hanya diuji dari ketahanan fisik, tetapi dari keteguhan ikhlas beramal dan kesetiaan pada garis perjuangan Muhammadiyah,” tegas Ndan Yuliansyah Masyhar.

Ia menyerukan agar seluruh personel senantiasa siap sedia dan disiplin tinggi. Kehadiran kader di garis terdepan sangat dinantikan saat masyarakat maupun persyarikatan membutuhkan bantuan.

Pesan moral tersebut langsung disambut dengan seruan yel-yel yang menggema di seluruh ruangan. Momentum milad KOKAM ke-61 ini ditutup dengan doa bersama serta sesi foto bersama.

Pada akhirnya, usia 61 tahun membuktikan konsistensi pengabdian tanpa henti. KOKAM Muhammadiyah siap melangkah pasti sebagai penjaga persatuan dan pilar peradaban bangsa yang berkemajuan.

Kontributor: Burhanudin Khaerudin
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: