Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Warnai Milad Muhammadiyah, Aksi Pemberdayaan Mualaf MCA Semarang Curi Perhatian Publik

22 Desember 2025, 11:45 WIB 2 menit baca
Mualaf Center Aisyiyah Semarang gencarkan pemberdayaan mualaf lewat program ekonomi kreatif

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Riuhnya Jalan Sehat Milad ke-113 Muhammadiyah di Balai Kota Semarang menjadi panggung pembuktian bagi program pemberdayaan mualaf besutan Aisyiyah. Lewat sebuah stan khusus, para mualaf menunjukkan hasil karya ekonomi kreatif mereka, membuktikan bahwa pendampingan spiritual yang dipadukan dengan kemandirian ekonomi adalah kunci dakwah masa kini.

Kehadiran Mualaf Center Aisyiyah (MCA) Kota Semarang dalam perhelatan besar Milad yang dihadiri 20 ribu pengunjung ini bukan sekadar partisipasi formal. Di bawah kepemimpinan Siti Arbainah dan Sekretaris Wahyuni Indrayati, komunitas ini menunjukkan bahwa pemberdayaan mualaf telah berhasil mengubah para anggotanya menjadi pribadi yang lebih mandiri dan percaya diri.

“Setiap event besar seperti ini menjadi sarana bagi kami untuk memperlihatkan hasil karya anggota. Kami ingin menunjukkan bahwa program pemberdayaan mualaf kami berjalan nyata, di mana mereka bisa bersosialisasi dan merasa memiliki tempat untuk bertumbuh bersama,” ujar Wahyuni Indrayati saat ditemui di lokasi, Senin (22/12/2025).

Mandiri Lewat Ekonomi Kreatif

Sejak berdiri pada 18 Juni 2021, MCA Semarang kini menjadi rumah bagi sekitar 30 orang mualaf. Strategi pemberdayaan yang diterapkan tidak hanya terpaku pada aspek ritual, melainkan juga menyentuh penguatan ekonomi.

Secara berkala, para anggota diberikan berbagai pelatihan keterampilan. Mulai dari budidaya jamur tiram, pembuatan sari kedelai, hingga teknik meracik Mie Tek-tek. Program pemberdayaan berbasis ekonomi kreatif ini dirancang agar setiap individu memiliki bekal finansial yang kuat untuk menopang kehidupan baru mereka.

“Kami rutin mengadakan kajian penguatan akidah setiap dua bulan sekali, namun pelatihan keterampilan adalah instrumen pendamping yang wajib ada. Tujuannya agar mereka tetap teguh secara iman dan berdaya secara ekonomi,” tambah Wahyuni.

Pemberdayaan Mualaf Berkelanjutan

Langkah strategis pemberdayaan ini mendapat apresiasi dari pengunjung Milad Muhammadiyah. Keberadaan wadah seperti MCA memastikan bahwa individu yang baru memeluk Islam tidak dibiarkan berjalan sendirian tanpa dukungan komunitas yang kuat.

Melalui momentum ini, MCA Semarang berharap pola pemberdayaan mualaf yang inklusif dan berkelanjutan ini dapat terus ditingkatkan. Dengan demikian, para mualaf tidak hanya menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi di lingkungan mereka masing-masing.

Baca juga:

Perkuat Akidah Para Mualaf, MCA Kota Semarang Agendakan Silaturahmi Rutin Antar Anggota

Kontributor: Riyo Zakaria
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: