
MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, SEMARANG – Keberadaan perusahaan-perusahaan transportasi berbasis aplikasi telah menjadi disruptive economy terhadap bisnis transportasi konvensional. Beberapa nama diantaranya adalah Gojek, Grab, Uber (yang kemudian diakuisisi bisnisnya di Asia Tenggara oleh Grab), dan belakangan perusahaan asal Rusia, Maxim. Selain keempat nama tadi, masih banyak perusahaan aplikasi lain yang ikut meramaikan persaingan transportasi online.
Perkembangan perusahaan transportasi berbasis aplikasi ini mendorong peningkatan jumlah “mitra” yang diajak bekerja sama. Mitramitra ini yang lebih dikenal dengan istilah ojek online (ojol), diberikan kebebasan terutama dalam jam kerja. Mitra “bebas” memilih untuk bekerja kapan saja dan menentukan apakah pekerjaannya merupakan pekerjaan freelance atau pekerjaan tetap. Namun, dibalik kebebasan tersebut terdapat fakta bahwa mitra tidak mendapatkan penghasilan jika mitra tidak bekerja, baik karena sakit, kehamilan dan melahirkan, ataupun karena mengalami kecelakaan. Hal ini berbeda dengan pekerja, di mana pekerja memiliki hak untuk cuti, sakit ataupun maternity yang dibayar oleh perusahaan.
Karena beberapa alasan itulah, pada hari Jumat (16/06) Wakil Ketua PDM Kota Semarang yang membidangi Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), Dr. H. Amrudin Mahfud Jumai M.M. mengadakan konsolidasi dan koordinasi yang dihadiri oleh pengurus komunitas ojol Jawa Tengah dan Kota Semarang. Bertempat di rumah makan ayam sako, Jl. Singosari Raya no 33, kelurahan Pleburan, kecamatan Semarang Selatan, dalam agenda konsolidasi dan koordinasi tersebut dihadiri oleh 10 anggota penggurus.
Menurut AM Jumai, diadakannya rapat koordinasi tersebut merupakan salah satu komitmen Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Kota Semarang sebagai fasilitator dan koordinator program pemberdayaan yang ada pada masyarakat dalam berbagai skala dan variasi / konsentrasi kegiatan. Adapun untuk program kegiatan yang akan dikembangkan oleh MPM PDM Kota Semarang terhadap komunitas ojol khususnya di kota Semarang berupa pelatihan dan pemberdayaan sesuai kompetensi dari masing-masing individu, selain itu juga akan diadakan pembinaan penguatan ekonomi anggota, bakti sosial, serta kegiatan pengajian dan kajian komunitas ojol.
Sebagai penutup, AM Jumai menargetkan untuk sasaran ojol di kota semarang yang dapat bergabung di komunitas nantinya bisa lebih dari 2000 orang. Diharapkan selain menjalankan profesi sebagai driver ojol juga mempunyai usaha sampingan sesuai dengan keahlian dibidang masing-masing, sehingga dapat menambah penghasilan bagi keluarga. Dan In syaa Allah Muhammadiyah dengan amal usaha dan lembaganya siap untuk mensupport dan bersinergi dalam kegiatan tersebut.
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara