Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.


MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, NGALIYAN – Setiap kata-kata memiliki energi. Kalau kita punya masalah dan kata-kata kita negatif, yang lahir adalah energi negatif, begitupula sebaliknya. “Lebih baik katakan sulit, tapi  bisa. Daripada katakan bisa, tapi sulit. Karena Allah bergantung pada prasangka hambanya,” ujar Ustadz  Dr. Aang Kunaepi,M.Ag. dalam Kajian Ahad Pagi (3/7/2024) yang bertemakan “Kekuatan Energi Positif” di Masjid At Taqwa PDM Kota Semarang, Wates, Ngaliyan, Kota Semarang.

“Berpikir positif membuat kita jauh lebih tenang dan terbuka. Ide baik akan muncul saat kita berpikir positif, berpikir positif bisa dilakukan dengan pendekatan ilahiyah, ilmiah, dan alamiah. Pendekatan ilahiyah dilakukan dengan cara mengingat Allah. Maka Allah akan memberi ketenangan, dan Allah akan mengingat kita juga.” Kata Aang Kunaepi yang juga merupakan Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Semarang.

“Kita punya masalah? Coba baca Quran secara acak. Lalu buka terjemahannya. Temukan jawaban masalah kita, seajaib itulah Al Quran. Membaca Al Quran itu untuk memahami. Memahami itu untuk bisa melaksanakan isinya. Al Quran isinya adalah energi positif, bacalah Al Quran utk penyembuhan kita.” tegas Aang Kunaepi mencontohkan pendekatan ilahiyah.

“Sementara pengobatan ilahiyah ialah dengan berdoa kepada Allah. Ada ruqyah syar’iyah, yang seharusnya bisa dilakukan secara mandiri. Cukup membacakan surat Al Fatihah, An Nas dan ayat kursi masing-masing tiga kali pada segelas air. Lalu tiup air tersebut dan minumkan. Sedangkan dengan pendekatan ilmiah, penyembuhan orang sakit dengan minum obat. Namun perlu diingat, uang bisa membeli obat, tapi tidak bisa membeli kesehatan. Uang juga bisa membeli makanan, tapi tidak bisa membeli selera makan.” terang Aang Kunaepi.

“Jangan rusak kebahagiaanmu dengan kekhawatiranmu. Dan jangan rusak pula pikiranmu dengan pesimismu. Allah mewajibkan kita untuk berusaha dan berdoa, bukan mewajibkan kita untuk berhasil.” Pungkas Aang Kunaepi diakhir sesi kajian Ahad Pagi.


Teknik SEFT

Untuk menghilangkan rasa khawatir dan energi negatif dalam diri, para ahli telah mengembangkan Spiritual Emotional Freedom Technique atau disingkat SEFT.  Yaitu salah satu bentuk terapi non farmakologi penggabungan sistem energi tubuh dengan terapi spiritual dengan teknik tapping atau ketukan ringan pada titik-titik tertentu di tubuh.

“Caranya, lakukan set up (menetralisir), identifikasi masalah kita. Kita pasrahkan pada Allah. Berikutnya, lakukan tune in (mengeluarkan energi negatif). Gambarkan dalam pikiran masalah kita secara mendalam. Soal orang-orang yang membenci kita, yang bermasalah dengan kita. Lalu pasrah dan ikhlas pada apa yang kita hadapi kepada Allah. Selanjutnya, lakukan tapping (ketukan ringan). Sambil mengucap: saya ikhlas dan pasrah, ketuk ubun-ubun, pangkal alis, kanan kiri mata, bawah mata, bawah hidung, dagu, dada kiri kanan, ketiak, telapak tangan, punggung tangan, jari-jari. Lakukan bagian kanan dulu, baru kiri. Terakhir, tarik nafas. Kemudian buang nafas dengan membuang seluruh permasalahan. Ucapkan Alhamdulillah.” Kata Aang Kunaepi yang juga merupakan akademisi UIN Walisongo Semarang.





Kontributor : Agung Setia Bhakti
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara