MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, SEMARANG – Lembaga pengembangan pesantren (LPP) PDM kota Semarang menyelenggarakan kegiatan halaqah pondok pesantren pada hari Sabtu (14/10) bertempat di Pondok Pesantren Tahfidz Quran Muhammadiyah (PPTQM) Luqmanuk Hakim, Jl. Rimba Bakti, kelurahan Patemon, kecamatan Gunungpati.
Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) PDM Kota Semarang menyelenggarakan Halaqah Ponpes untuk kali pertama. Kegiatan, yang direncanakan rutin dua bulanan itu, merupakan ajang sambung rasa antarpondok pesantren milik Persyarikatan di Kota Semarang. Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh utusan dari lima Pondok Pesantren Muhammadiyah di Kota Semarang, antara lain pondok pesantren Lukman Hakim Gunung Pati, pondok pesantren Ahmad Dahlan Ngaliyan, pondok pesantren Al Manar Ngaliyan, pondok pesantren K.H Sahlan Rosidi Unimus, dan Rumah Tahfid al-Bayan Pedurungan.
Wakil panitia, Doktor Wagiran didalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran perwakilan ponpes-ponpes di PPTQM Lukman Hakim. Dari panitia juga mengucapkan terimakasih kepada Wakil Ketua PDM kota Semarang, Dr. H. Ahwan Fanani M.Ag. M.S., segenap Pimpinan LPP PDM Kota Semarang, Perwakilan PCM Gunung Pati II, serta para utusan pengelola Pesantren.
Ketua LPP PDM Kota Semarang, Dr. K.H. Dani Muhtada menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan PPTQM Lukman Hakim untuk menjadi tuan rumah. Ia juga mengungkapkan rasa bahagia atas kehadiran seluruh tamu undangan. Halaqah diadakan sebagai wadah pertemuan para pengelola Ponpes Muhammadiyah di kota Semarang. Banyak pekerjaan rumah yang harus digarap oleh LPP PDM Kota Semarang dalam mengkoordinasi dan membahas berbagai isu yang dihadapi Ponpes-Ponpes Muhammadiyah di Kota Semarang, seperti masalah kurikulum, perijinan, hingga bahan ajar.
Wakil ketua PDM kota Semarang bidang pengembangan pondok pesantren, Dr. H. Ahwan Fanani M.Ag. M.S. menyampaikan bahwa gerakan pesantren relatif baru di Muhammadiyah. Diperlukan rumusan bersama mengenai standar kurikulum, profil lulusan, dan bahan ajar bagi Ponpes Muhammadiyah. Saat ini, telah ada beberapa produk buku ajar dari LPP Pusat, tetapi belum diterima luas di kalangan Ponpes Muhammadiyah. Karena itu, LPP perlu bertindak kreatif untuk mencoba mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan di atas.
Sebagai masukan, LPP PDM Kota Semarang mengundang Dr. Muhammad Nasih, pengasuh Ponpes Darul Qolam Ngaliyan dan Sekolah Planet Nuvo Rembang. Dia diundang untuk memberikan gambaran tentang pengelolaan pesantren berdasarkan pengalamannya, khususnya mengenai strategi pembelajaran tahfidz.
Kegiatan berjalan dengan gayeng dan komunikatif., para utusan Ponpes menyampaikan kondisi masing-masing Ponpes. K.H. Anwar Sutoyo menyampaikan kondisi PPTQM Lukman Hakim Gunung Pati, Dr. Siti Aminah menyampaikan kondisi Ponpes K.H Sahlan Rosjidi UNIMUS, K.H. Mulyani Mudis Taruna melaporkan Ponpes al-Manar Ngaliyan, Ustadz Mustaghfirin menyampaikan kondisi Wisma Tahfidz al-Bayan Pedurungan, dan K.H. Akhmad Yusuf Isnan Setiawan, M.A tentang PPTQMKU Ahmad Dahlan Ngaliyan.
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara