MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, NGALIYAN – Cuaca panas di musim kemarau yang panjang. Angin menerbangkan debu-debu sisa bongkaran tanah yang mengering, kadang memaksa untuk tutup hidung. Di hari Jum’at (8/9/23) menjelang tengah hari tim pembangunan masjid At-Taqwa Wates, Ngaliyan masih siap di lapangan. Sebentar lagi panggilan shalat Jum’at datang.
Pribadi-pribadi tangguh terhimpun dalam kepanitiaan masjid At-Taqwa. Orang-orang yang tidak mengenal lelah dalam upaya menghadirkan baitullah di tanah perkampungan . Mendedikasikan diri mewujudkan rumah Allah, tempat ibadah umat muslim yang tunduk dan patuh perintah Allah. Seolah tidak peduli terik matahari siang yang membuat badan menguap menjadi peluh yang mengalir. Itu di lakukan setiap hari. Mereka yakin amal itu akan tergantikan nanti di syurga.
Sejak di canangkan pada bulan Juni lalu, pembangunan masjid Attaqwa terus berlanjut. Mulai dari pembersihan lahan, pengerukan, pemasangan fondasi, pembesian, pengecoran lantai hingga saat ini mempersiapkan pengecoran lantai 2. Struktur bangunan baru setengah jadi, di kerjakan oleh tenaga ahli dari PT Sinar Muhindo. Hasilnya bisa di lihat, pilar-pilar yang kokoh kekar, dengan tulang besi yang rapat. Tentu dengan perhitungan yang matang. Terbayang sebuah bangunan masjid yang gagah menjulang, di kelak ketika bangunan itu telah selesai.

Membangun rumah Allah bukan seperti membangun monumen kemewahan, melainkan menghadirkan lahan ibadah dan lahan dakwah bagi kaum muslimin. Tanah tempat berdirinya pondok dan masjid yang di bangun adalah tanah wakaf. Tembok dan besi yang berdiri menjulang adalah perwujudan infaq dan sedekah. Menyelesaikan rumah Allah agar dapat berfungsi menjadi tempat ibadah adalah kesempatan ibadah. Boleh zakat, boleh infaq, boleh sedekah, boleh juga wakaf. Boleh berbentuk uang juga boleh berbentuk barang kebutuhan pembangunan, semen, pasir, keramik dan bahan lainnya.
Kegiatan dakwah menguatkan aqidah warga di lokasi ini juga sudah berjalan, ada pondok yang dihuni oleh 30 orang santri. Ada TPQ yang mengajar ngaji anak-anak setiap sore. Ada pengajian yang di laksanakan secara periodik setiap bulan. Ini semua menjadi ladang amal jariyah yang tidak akan terputus pahalanya. Satu hal yang spesial di hari Jum’at, ada sedekah Jum’at berkah. Paket nasi makan siang untuk para pekerja pembangunan masjid. Kurang lebih ada15 – 20 orang yang terlibat pekerjaan bangunan itu. Ini juga menjadi ladang amal yang menarik. Lazismu menyediakan fasilitas agar ibadah zakat, infaq dan shadaqah jamaah terlaksana dengan benar dan berdayaguna. Insya Allah barokah untuk anda semuanya.
Kontributor : Abdullah Hasan Pardjojo
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara