
MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, GUNUNGPATI – Pada hari Ahad, tanggal 16 Juli 2023 bertempat di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Muhammadiyah Lukman Al-Hakim telah dilaksanakan kegiatan pembukaan musyawarah cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Gunungpati 2 periode muktamar ke 48. Dalam acara pembukaan musyawarah cabang tersebut dihadiri oleh wakil ketua PDM Kota Semarang bidang LHKP dan Pengembangan Pesantren, Dr. Ahwan Fanani, segenap pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah periode muktamar ke 47 beserta jajarannya, segenap pimpinan ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah se kecamatan Gunungpati, segenap pimpinan ortom (Pemuda Muhammadiyah & IMM) cabang Gunungpati beserta jajarannya, takmir masjid At-Taqwa Patemon, serta pimpinan PPTQM Lukman Al-Hakim.
Ketua PCM Gunungpati 2, Dr. H. Raharja M.Si.Akt. didalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada para anggota dan peserta musyawarah cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Gunungpati 2 yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dalam pembukaan musyawarah cabang. Dr. H. Raharja M.Si. Akt. juga menjelaskan tentang pentingnya diadakan musyawarah cabang di Gunungpati 2, dikarenakan sebagai agenda untuk memperbarui struktur pimpinan di tingkat cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah sehingga menghasilkan penetapan untuk pimpinan di periode mendatang yang lebih baik. Tk lupa juga Dr. H. Raharja M.Si. Akt. mengucapkan terima kasih kepada para pimpinan cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk periode muktamar ke 47 atas kerja keras nya sehingga program kerja yang sudah disusun dapat dijalankan dengan baik dan maksimal.
Wakil ketua PDM Kota Semarang bidang LHKP dan Pengembangan Pesantren, Dr. Ahwan Fanani didalam sambutannya mengatakan bahwa Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang sangat mengapresiasi pelaksanaan musyawarah cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Gunungpati 2 yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Dr. Ahwan Fanani juga menyampaikan bahwa dalam bermuhammadiyah hendaknya tetap selalu istiqomah, jangan terlalu kencang maupun pelan. Dikarenakan bahwa selama menjalankan program kerja dalam persyarikatan akan ada kebahagiaan yang akan dirasakan selama kita mengikuti ritme yang ada. Sebagai contoh saat mulai membangun amal usaha berupa masjid atau sekolah, kita dengan susah payah membangun serta membesarkan amal usaha tersebut, setelah amal usaha tersebut besar dan terkenal maka nantinya akan menjadi milik persyarikatan. Itulah pentingnya nilai ikhlas yang telah ditanamkan dalam diri kita sebagai anggota persyarikatan, tentunya ada nilai plus nya yaitu sebagai ladang amal jariyah kita kelak dimasa mendatang.
Dr. Ahwan Fanani juga menjelaskan tentang kultur dalam organisasi Muhammadiyah, yaitu jamiah (organisasi), jamaah (warga Muhammadiyah), serta amal usaha dan ranting. Dikarenakan Muhammadiyah adalah organisasi keagamaan, maka 3 pilar tersebut harus selalu ada dan seimbang. Kunci dari sebuah persyarikatan tersebut berkembang atau tidak tergantung dari dukungan kader-kader Muhammadiyah yang berkompeten. Sesuai dengan slogan dari Muhammadiyah yaitu “ranting itu penting, cabang harus berkembang, masjid makmur dan memakmurkan, Muhammadiyah maju dan berkemajuan”
Sebagai penutup, Dr. Ahwan Fanani mengucapkan selamat menjalankan musyawarah cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Gunungpati 2, semoga hasil dari keputusan muktamar yang dihasilkan mendapatkan pimpinan yang amanah dalam mengembangkan persyarikatan, khususnya di Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Gunungpati 2.
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara