
MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, SEMARANG BARAT – Pada hari Rabu, 19 Juli 2023 bertempat di Hotel Siliwangi Semarang telah dilaksanakan kegiatan pembukaan musyawarah cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Semarang Barat. periode muktamar ke 48. Dalam acara pembukaan musyawarah cabang tersebut dihadiri oleh wakil ketua PDM Kota Semarang bidang MPKU & resiliensi bencana, Dr.dr. Shofa Hasani, sekretaris PDM Kota Semarang, Suparno M.S.I., Ketua PDA Kota Semarang, Aminah Kurniasih S.Pd. M.Pd., Camat Semarang Barat, Elli Asmara S.TP. M.M., Perwakilan MWCNU Semarang Barat, Yasir, segenap pimpinan cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Semarang Barat beserta jajarannya, segenap pimpinan ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah se kecamatan Semarang Barat, perwakilan ortom (pemuda muhammadiyah, nasyiatul aisyiyah, IMM, IPM) cabang Semarang Barat, serta perwakilan dari AUM di cabang Semarang Barat.
Dalam kegiatan pembukaan musyawarah cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Semarang Barat diisi oleh hiburan berupa penampilan tarian kreasi baru bertema Assalamualaikum dari siswa siswi TK ABA 23 Semarang, serta penampilan grub rebana, angklung, dan tapak suci dari siswa siswi SMP Muhammadiyah 4 Semarang. Selain itu ditampilkan profil dari Amal Usaha Muhammadiyah di Semarang Barat, antara lain TK ABA 21, TK ABA 22, TK ABA 23, TK ABA 49, TK ABA 51, TK ABA 60, SD Muhammadiyah 7 Semarang, SD Muhammadiyah 12 Semarang, SMP Muhammadiyah 4 Semarang, masjid Nurul Huda di Bongsari, serta Masjid At-Taqwa di Ngemplak Simongan.
Ketua PCM Semarang Barat, H. Arief Istaman didalam sambutannya mengatakan bahwa jumlah kelurahan di Semarang Barat total ada 16 kelurahan, saat ini yang sudah terbentuk ranting berjumlah 13, dan masih ada sisa 3 kelurahan yang belum memiliki ranting, antara lain Tambakharjo, Tawangmas, dan Tawangsari. Diharapkan untuk periode mendatang sudah terbentuk ranting secara keseluruhan di cabang Semarang Barat. Untuk program kerja yang sudah dilaksanakan dalam periode ke 47 ini antara lain berhasil membangun masjid Nurul Huda di daerah Bongsari serta melaksanakan program bedah rumah warga di daerah Cabean dan Bongsari. Selain itu selama pandemi covid-19 juga telah melaksanakan program vaksinasi didaerah Panjangan yang diikuti oleh 350 orang dengan hadiah minyak goreng yang saat itu baru langka di masyarakat. H. Arief Istaman juga menjelaskan perihal pelaksanaan muscab Semarang Barat ini diikuti oleh 21 kandidat dari berbagai latar belakang profesi dan pendidikan. Semoga pelaksanaan musyawarah cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah dapat berjalan dengan lancar.
Camat Semarang Barat, Elli Asmara S.TP. M.M. didalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan musyawarah cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Semarang Barat ini dapat saling menjalin silaturahmi. Tak lupa juga untuk program kerja Muhammadiyah dan Aisyiyah di Semarang Barat saat ini sudah berjalan dan dapat bersinergi dengan Pemerintah Kota Semarang, khususnya dalam hal progam stunting mengenai gizi. Dikarenakan saat ini perkembangan stunting di kecamatan Semarang Barat ini selain mengenai gizi juga berkembang ke pola asuh dan ibu hamil. Sebagai penutup, Elli Asmara S.TP. M.M. mengucapkan selamat melaksanakan musyawarah cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah, semoga keputusan yang dihasilkan dan pimpinan serta program kerja tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di kecamatan Semarang Barat.
Ketua PDA Kota Semarang, Hj. Aminah Kurniasih S.Pd. M.Pd. didalam sambutannya mengatakan bahwa didalam tahun baru hijriah ini semoga perjuangan Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk semangatnya semakin bertambah. Dikarenakan musyawarah cabang merupakan suatu momen dalam organisasi dimana para pimpinan harus bertanggung jawab terhadap program kerja yang sudah dilaksanakan dalam periode 5 tahun tersebut. Mengenai program kerja dengan Pemerintah Kota Semarang alhamdulillah ditingkat daerah selalu dapat bersinergi dan berharap ditingkat cabang Semarang Barat juga demikian. Selain itu juga ibu-ibu yang ada di pimpinan cabang Aisyiyah harus mempunyai ilmu, berliterasi, serta menguasai teknologi seiring dengan perkembangan zaman sekarang. Sebagai penutup sambutan, Aminah Kurniasih S.Pd. M.Pd. berpesan bahwa untuk menjadi pimpinan harus tegar dan mempunyai komitmen sehingga hasil dari program kerja yang telah dibuat bisa berjalan dengan maksimal, serta jangan mempunyai sifat mutungan dan harus selalu sabar dan tabayun agar kerjasama antar pimpinan cabang tetap harmonis sampai akhir masa periode yang akan datang.
Sekretaris PDM Kota Semarang, Suparno M.S.I. mengatakan bahwa Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang sangat mengapresiasi pelaksanaan musyawarah cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Semarang Barat. Untuk pelaksanaan muscab Muhammadiyah dan Aisyiyah se kota Semarang saat ini baru terselenggara di 3 cabang, antara lain Mijen, Gunungpati 2, dan terakhir Semarang Barat. Suparno M.S.I. juga menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan muscab ini ada rasa bahagia karena akan ada pergantian di pimpinan, tetapi juga ada rasa sedih dikarenakan menyoroti peran dari kader-kader Muhammadiyah khususnya pemuda yang dalam hal jumlah masih minim. Sehingga diharapkan kedepan peran pengkaderan itu penting. Selain itu Muhammadiyah mulai perlu belajar dari saudara kita di NU dalam hal pengkaderan dengan tolak ukur kegiatan pengajian, dikarenakan saat ini bila di Muhammadiyah ada pengajian sangat minim kader muda yang datang. Tentunya berbeda dengan NU yang sampai penuh dengan kader mudanya, dikarenakan niat dari menghadiri kajian tersebut adalah mengharapkan keberkahan dan bukan berdasarkan narasumber yang datang. Sebagai penutup, Suparno M.S.I. mengucapkan selamat melaksanakan musyawarah cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah, semoga segenap pimpinan yang terpilih nantinya dapat membawa cabang Semarang Barat menuju perubahan yang lebih baik.
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara