Pengajian Akhir Ramadhan Guru dan Karyawan Majelis Dikdasmen PDM Kota Semarang

MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, SEMARANG – Dalam acara Pengajian Akhir Ramadan bagi Guru dan Karyawan Majelis Dikdasmen PDM Kota Semarang, Muhammadiyah Kota Semarang […]

MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, SEMARANG – Dalam acara Pengajian Akhir Ramadan bagi Guru dan Karyawan Majelis Dikdasmen PDM Kota Semarang, Muhammadiyah Kota Semarang terus memperkuat komitmennya dalam bidang pendidikan dan kesehatan, dimana dua pilar ini adalah poin utama dalam gerakannya.

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua yang membidangi Majelis Dikdasmen PDM Kota Semarang, Dr. Bunyamin, M.Pd dalam kesempatan tersebut.

“Fokus utama Muhammadiyah adalah pada peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, melalui Forum Guru Muhammadiyah (FGM), Muhammadiyah membangun jaringan yang luas, membuka peluang besar untuk mengembangkan dan memperluas jangkauan organisasi”, tegasnya.

Ketua PDM Kota Semarang, Dr. Fahrur Rozi, M.Ag. mengajak seluruh peserta pengajian untuk lebih mengenal dan mendalami Muhammadiyah. Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan dalam berorganisasi, sehingga tercipta suasana kegembiraan dan kebersamaan.
Abah Ketum biasa disapa, juga menyoroti pentingnya memahami pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Ia mengajak peserta pengajian selain memaklumi AUM yang ada, dan bahkan melihat setiap tantangan sebagai berkah.

“Kita sudah memahami aspek pendapatan dan pengelolaan AUM, namun yang lebih penting adalah bagaimana kita memaklumi setiap dinamika dan menjadikannya sebagai berkah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fahrur Rozi mengajak seluruh peserta pengajian untuk terus belajar dan memahami Muhammadiyah. Dengan latar belakang anggota yang beragam, pemahaman yang baik akan mencegah kesalahpahaman dan memperkuat persatuan. Ia juga mengajak peserta pengajian yang merasa cocok dengan nilai-nilai Muhammadiyah untuk aktif bergerak dan berkontribusi.

Ikhtiar dakwah Muhammadiyah di bidang pendidikan menghadapi tantangan yang semakin berat. Namun, Muhammadiyah berkomitmen untuk menyikapinya dengan bijak. Selain itu, Muhammadiyah juga mengedepankan gerakan tajdid, yaitu pembaharuan dan inovasi, terutama di luar konteks ibadah.

Dalam menghadapi berbagai keterbatasan dan kesulitan, Muhammadiyah mengajak seluruh peserta pengajian untuk meningkatkan semangat juang. Prinsip pendidikan Muhammadiyah adalah memahamkan, bukan memaksakan, sehingga setiap individu dapat berkembang secara optimal.



Kontributor : Muhammad Halim Zakiyudin
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara

Scroll to Top